Amazon Siapkan Serial Spider-Man 'Clone Saga' Setelah Spider-Noir Dibatalkan
Baca dalam 60 detik
- Amazon MGM dikabarkan tengah memfinalisasi pesanan serial baru yang mengangkat alur 'Clone Saga' dari komik Spider-Man era 1990-an.
- Proyek ini menempatkan Ben Reilly dan Kaine Parker sebagai tokoh utama, dengan Kelvin Yu sebagai penulis naskah dan Amy Pascal, Phil Lord, serta Christopher Miller sebagai produser eksekutif.
- Langkah ini menandai strategi Amazon dan Sony dalam memperluas waralaba Spider-Man di layanan streaming, meski menghadapi tantangan hak cipta karakter.

Amazon MGM dikabarkan sedang mendekati kesepakatan untuk memproduksi serial televisi yang mengadaptasi alur kontroversial "Clone Saga" dari komik Spider-Man, menurut laporan Deadline pada Selasa (18/3). Langkah ini diambil setelah Amazon membatalkan serial Spider-Noir yang dibintangi Nicolas Cage, meski mendapat ulasan positif, awal bulan ini.
Clone Saga sendiri merupakan storyline yang mengguncang kanon Spider-Man pada pertengahan 1990-an. Alur ini memperkenalkan Ben Reilly, karakter clone yang pertama kali muncul sebagai figuran pada 1970-an, lalu dihidupkan kembali pada dekade 90-an. Dalam twist yang menuai kontroversi, Marvel saat itu mengungkap bahwa Ben adalah sosok asli Peter Parker, sementara Peter hanyalah clone. Keputusan itu kemudian dibalik oleh Marvel karena tekanan penggemar. Selain Ben, Clone Saga juga menampilkan Kaine Parker, clone cacat yang berperan sebagai antagonis. Dalam serial televisi nanti, Ben dan Kaine akan menjadi protagonis utama.
Namun, detail plot masih simpang siur. Sejumlah sumber Deadline menyebut cerita akan berfokus pada perjuangan Ben dan Kaine menerima identitas mereka sebagai clone sambil berhadapan dengan clone-clone lain. Sumber lain menyatakan bahwa asal-usul mereka bisa diubah, termasuk kemungkinan pemberian nama baru. Yang jelas, adaptasi ini kemungkinan akan menyimpang jauh dari materi sumber. Deadline mencatat bahwa Spider-Noir harus mengubah nama karakter dari Peter Parker menjadi Ben Reilly karena "pembatasan hak cipta", sehingga Peter Parker versi asli mungkin tidak dapat digunakan dalam serial Clone Saga.
Di balik layar, Kelvin Yu, kreator serial American Born Chinese, dipercaya sebagai penulis naskah. Amy Pascal, Phil Lord, dan Christopher Miller dijadwalkan menjadi produser eksekutif bersama Yu. Lord dan Miller dikenal luas sebagai produser film animasi Spider-Verse; film ketiga, Beyond the Spider-Verse, akan dirilis pada 18 Juni 2027.
Keputusan Amazon untuk menggarap Clone Saga tidak lepas dari strategi memperkuat konten orisinal di Prime Video. Setelah Spider-Noir dibatalkan, Amazon dan Sony — pemegang hak layar karakter Spider-Man — masih gencar mengembangkan proyek-proyek berbasis Spider-Man. Langkah ini sejalan dengan tren industri hiburan yang gencar mengeksplorasi kekayaan intelektual (IP) superhero untuk mendongkrak jumlah pelanggan layanan streaming.
Bagi Indonesia, serial ini berpotensi memperkuat posisi Prime Video di pasar lokal. Penggemar superhero di Tanah Air cukup besar, terlihat dari antusiasme terhadap film-film Marvel dan DC di bioskop maupun platform digital. Kehadiran serial ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pelanggan baru, sekaligus mendorong diskusi di media sosial. Namun, tantangan hak cipta karakter bisa memengaruhi alur cerita, yang pada akhirnya berdampak pada penerimaan penggemar.
"Kami selalu mencari cara untuk menghadirkan cerita yang belum pernah dieksplorasi ke layar," ujar seorang sumber internal Amazon yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip Deadline.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa jauh Amazon dan Sony berani mendobrak pakem Clone Saga yang sudah kontroversial di komiknya. Jika berhasil, ini bisa menjadi blueprint adaptasi superhero yang lebih berani. Namun, jika gagal, risiko kekecewaan penggemar akan menghantui. Yang pasti, persaingan di ranah streaming semakin panas, dan Indonesia akan menjadi salah satu medan pertempurannya.



