Newcastle United di Persimpangan: Joelinton dan Willock Terancam, Lamine Camara Jadi Target
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United berisiko kehilangan Joelinton dan Joe Willock yang kontraknya akan berakhir, sementara manajemen berencana belanja besar pada 2027.
- Lamine Camara dari AS Monaco menjadi target utama setelah Chelsea gagal merekrutnya musim panas lalu, dengan harga sekitar £47 juta.
- Kedatangan Camara dapat mengubah lini tengah Newcastle dan mempersempit peluang Joelinton serta Willock untuk kembali menjadi starter reguler.

Newcastle United tengah bersiap menghadapi babak baru dalam proyek ambisius mereka. Setelah ditinggal Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali dengan total nilai mencapai £175 juta pada bursa transfer musim panas, manajemen klub yang dimiliki dana investasi Arab Saudi (PIF) itu kini dihadapkan pada dilema regenerasi lini tengah. Dua nama senior, Joelinton dan Joe Willock, berada di ujung tanduk: kontrak mereka akan berakhir dalam waktu dekat, sementara performa dan konsistensi menjadi sorotan.
Joelinton, 29 tahun, masih terikat kontrak hingga 2028, tetapi belum tampil musim ini karena cedera otot. Ia berharap bisa kembali memperkuat tim saat melawat ke Coventry City pada 12 Oktober mendatang. Meski pernah dijuluki “legenda klub” oleh kreator konten Adam Pearson, musim lalu ia tampil jauh di bawah standar, sering kali menjadi penonton di lapangan. Sementara Willock, yang bergabung dari Arsenal pada Agustus 2021 dengan harga £25 juta, memiliki kontrak yang habis pada akhir tahun ini. Meski sempat moncer dengan tujuh gol beruntun saat masa pinjaman, ia hanya menjadi starter 26 kali di liga dalam tiga musim terakhir. Namun, di bawah asuhan pelatih anyar Matthias Jaissle, Willock menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan tiga gol dari tujuh pertandingan di semua kompetisi.
Kedua pemain ini menghadapi persaingan ketat untuk merebut kembali posisi di starting XI. Kehadiran gelandang muda seperti Sean Steur dan Aladji Bamba, serta Nico Gonzalez yang cepat beradaptasi sebagai jantung permainan, membuat peluang mereka semakin tipis. Terlebih lagi, PIF dikabarkan berencana menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan gelandang baru pada 2027. Direktur teknik Ross Wilson patut mendapat apresiasi karena berhasil mengelola arus keluar-masuk pemain yang cukup chaos musim panas ini, tetapi ada satu elemen yang masih hilang: sosok gelandang pekerja keras yang mampu memenangkan duel dan merebut bola.
Melihat kebutuhan tersebut, Newcastle dikabarkan tengah membidik gelandang AS Monaco, Lamine Camara. Menurut laporan TEAMtalk, Newcastle berusaha menyalip Chelsea yang sebenarnya telah menyetujui transfer senilai £47 juta pada musim panas lalu, namun gagal pada detik-detik terakhir. Kegagalan itu membuat Camara sangat terbuka untuk pindah pada Januari, dan beberapa klub Premier League siap menampungnya. Pemain berusia 22 tahun itu menjelma sebagai salah satu gelandang paling menarik di Eropa. Manajer Monaco, Filipe Luis, bahkan memujinya sebagai “salah satu gelandang terbaik di dunia”.
“Camara adalah tipe pemain yang bisa mengubah permainan. Intensitasnya tanpa henti, dan kemampuannya membaca situasi membuatnya cocok dengan gaya Newcastle yang mengandalkan transisi cepat,” ujar seorang pengamat sepak bola Inggris.
Kehadiran Camara diprediksi akan menjadi titik balik bagi Newcastle. Ia tidak hanya menawarkan kekuatan dalam duel dan merebut bola, tetapi juga kemampuan distribusi yang mumpuni—mencatatkan akurasi umpan 92% di Ligue 1 dan rata-rata 4,6 umpan panjang per laga. Kombinasinya dengan Gonzalez yang lebih kreatif serta bimbingan untuk Bamba dan Steur bisa menjadi fondasi lini tengah Magpies dalam beberapa tahun ke depan. Namun, kedatangan pemain sekaliber Camara tentu akan mempersempit ruang bagi Joelinton dan Willock untuk kembali ke performa terbaik mereka.
Bagi Newcastle, investasi besar pada Camara adalah langkah berani yang sejalan dengan ambisi mereka menembus persaingan Eropa. Klub yang berbasis di St. James' Park ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan nostalgia kejayaan Piala Carabao 2025. Mereka butuh penyegaran, dan Camara bisa menjadi kepingan puzzle terakhir. Dengan kontrak Joelinton dan Willock yang kian dekat dengan akhir, manajemen harus mengambil keputusan sulit: mempertahankan pemain lama yang belum konsisten atau beralih ke talenta muda yang siap bersinar. Langkah apa yang akan diambil Newcastle? Waktu yang akan menjawab, tetapi bursa transfer Januari bisa menjadi momen penentu.



