Dokumenter Matthew Perry Ungkap Biaya Kesembuhan Rp113 Miliar, Sorotan Baru Industri Hiburan
Baca dalam 60 detik
- Mia Perry Bowick mengungkap sang kakak menggelontorkan dana 7 juta dolar AS untuk terapi dan pemulihan dari ketergantungan obat.
- Netflix akan merilis dokumenter tiga bagian berjudul The One About Matthew Perry pada 27 Oktober mendatang.
- Kisah ini membuka diskusi tentang tekanan industri hiburan dan akses layanan kesehatan mental di Indonesia.

Mia Perry Bowick, saudara kandung mendiang aktor Matthew Perry, mengungkap bahwa bintang serial Friends itu menghabiskan sekitar 7 juta dolar AS (setara Rp113 miliar) untuk upaya pemulihan dari ketergantungan obat dan alkohol. Pengungkapan ini muncul dalam trailer dokumenter terbaru Netflix berjudul The One About Matthew Perry, yang akan tayang perdana pada 27 Oktober.
Perry meninggal pada Oktober 2023 di usia 54 tahun akibat overdosis tak disengaja. Dalam cuplikan tersebut, Mia menyatakan bahwa sang kakak berbicara tentang perasaan hampa dan kesepian yang sulit diisi. "Dia menghabiskan 7 juta dolar untuk mencoba sembuh. Itu menunjukkan betapa seriusnya dia memandang penyakitnya," ujarnya.
Angka tersebut menyoroti realitas pahit di balik industri hiburan: biaya pemulihan adiksi bisa sangat mahal, bahkan bagi mereka yang berpenghasilan tinggi. Perry, yang vokal tentang perjuangannya melawan kecanduan, menjadi simbol kerentanan selebritas di tengah tekanan publik yang tak henti.
Dalam trailer, Mia juga menyebut akting membantu sang kakak mengatasi pergulatan batin. "Saat dia membuat orang tertawa, itu membuatnya merasa baik," tambahnya. Netflix menegaskan dokumenter ini menampilkan kesaksian belum pernah dirilis dari Mia dan sahabat masa kecil Perry, serta foto dan video dari arsip keluarga.
"Matthew memiliki hati yang indah dan semangat yang murah hati. Bahkan di masa-masa tergelapnya, dia masih bisa membuat Anda tertawa dan merasa dicintai," kata Mia dalam pernyataan terpisah kepada Tudum.
Mary Robertson, sutradara dokumenter, menyebut Perry sebagai salah satu jenius komedi zaman ini. Menurutnya, keberanian Perry berbicara tentang adiksi memberi dampak lebih luas, namun publik hanya mengetahui sebagian kecil dari kisahnya. "Itulah mengapa kami membuat serial ini: untuk membiarkan orang-orang yang mengenal dan mencintai Matthew mengungkap sosok di balik figur publik," ujarnya.
Konteks Indonesia
Kisah Perry bergema di Indonesia, di mana layanan kesehatan mental masih menghadapi tantangan akses dan stigma. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 9,8% pada 2018, sementara jumlah psikiater hanya sekitar 1.200 untuk 270 juta penduduk. Biaya terapi adiksi di rumah sakit swasta bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan, jauh di luar jangkauan masyarakat umum.
Di sisi lain, industri hiburan Tanah Air juga menghadapi tekanan serupa. Beberapa selebritas lokal pernah mengungkap perjuangan melawan depresi dan kecanduan, namun dukungan sistemik masih minim. Regulasi perlindungan kesehatan mental bagi pekerja seni belum menjadi prioritas, meskipun UU Kesehatan No. 17/2023 mengamanatkan layanan kesehatan jiwa yang komprehensif.
Dokumenter ini bisa menjadi cermin bagi pemangku kepentingan di Indonesia: perlukah ada skema asuransi atau dana pemulihan khusus bagi pekerja kreatif? Bagaimana memastikan mereka yang berjuang tidak harus menanggung beban finansial sendirian?
Netflix akan merilis The One About Matthew Perry secara global pada 27 Oktober. Bagi penggemar di Indonesia, tayangan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan pemicu diskusi tentang kesehatan mental, adiksi, dan tanggung jawab industri hiburan terhadap para bintangnya.



