Dua Laga Tanpa Bobol, Indonesia Masih Bayangi Malaysia di Puncak Grup A
Baca dalam 60 detik
- Indonesia menahan Malaysia 0-0 di SUGBK, menjaga rekor belum kebobolan di Grup A.
- Thom Haye dikartu merah usai pelanggaran keras ke Arif Aiman, wasit mengubah keputusan lewat VAR.
- Peluang ke final terbuka jika Garuda mengalahkan Bangladesh dengan selisih gol lebih besar dari Malaysia.

Timnas Indonesia harus puas berbagi angka dengan Malaysia setelah pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin malam. Hasil ini membuat pasukan John Herdman tertahan di posisi kedua karena kalah selisih gol dari Harimau Malaya, meski belum terkalahkan dan belum kebobolan.
Duel bertajuk Derbi Nusantara itu berlangsung sengit sejak awal. Malaysia tampil agresif dengan melepaskan 18 tembakan, delapan di antaranya mengarah ke gawang. Namun, penjaga gawang Maarten Paes tampil gemilang dan menjadi tembok terakhir yang menggagalkan peluang demi peluang lawan. Kiper asal Belanda itu layak mendapat apresiasi tinggi karena menjaga gawangnya tetap bersih.
Kartu merah kembali menghiasi laga Indonesia di turnamen ini. Gelandang Thom Haye menerima kartu merah setelah pelanggaran ceroboh terhadap Arif Aiman. Awalnya wasit hanya memberikan kartu kuning, tetapi setelah meninjau ulang melalui VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah. Sebelumnya, pada laga kontra Singapura, Safuwan Baharudin juga dikartu merah karena melanggar Mitchell Baker, juga setelah intervensi VAR. Dua laga, dua kartu merahโsebuah catatan yang menunjukkan tingginya intensitas duel di Grup A.
Dari sisi taktik, John Herdman terlihat belum ingin mengubah pendekatan. Formasi empat bek dipertahankan, dan komposisi pemain nyaris identik di dua laga. Satu-satunya perubahan adalah masuknya Thom Haye menggantikan Mitchell Baker yang menjadi starter saat melawan Singapura. Stabilitas ini bisa dibaca sebagai upaya membangun chemistry, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang minimnya rotasi di tengah jadwal padat.
"Kami harus tetap fokus. Hasil ini bukan akhir, masih ada satu laga untuk menentukan segalanya," ujar John Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.
Dengan hasil ini, Indonesia masih memiliki peluang merebut puncak klasemen Grup A. Pada laga pamungkas, Garuda akan menghadapi Bangladesh, sementara Malaysia bertemu Singapura. Indonesia wajib menang dengan margin gol lebih besar daripada Malaysia untuk menggeser Harimau Malaya. Saat ini, Malaysia unggul selisih gol +3, sedangkan Indonesia +2.
Konteks Indonesia: Pencapaian clean sheet di dua laga awal menjadi modal berharga, tetapi ketajaman lini depan masih menjadi pekerjaan rumah. Publik sepak bola nasional menaruh harapan besar agar tim ini bisa melaju ke final dan mengangkat prestise sepak bola Indonesia di kancah regional. Dukungan suporter di SUGBK juga menjadi faktor psikologis yang tidak bisa diabaikan.
Ke depan, pertanyaan besarnya: mampukah Indonesia mempertahankan rekor nirbobol sekaligus meningkatkan produktivitas gol? Jika tidak, peluang ke final bisa sirna meski tanpa pernah kalah. Laga melawan Bangladesh akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketajaman dan konsistensi skuad Garuda.



