Vietnam Bangkit dari Ketertinggalan, Tundukkan Pakistan 4-2 di Laga Pamungkas Grup B
Baca dalam 60 detik
- Vietnam menutup fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan dramatis 4-2 atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
- Tertinggal lebih dulu akibat gol Ulllah Mohib pada menit 31, Vietnam merespons dengan empat gol di babak kedua untuk memastikan posisi runner-up Grup B.
- Hasil ini tidak mengubah nasib Vietnam yang sudah dipastikan melaju ke perebutan tempat ketiga, sementara Pakistan pulang tanpa poin dari laga terakhir.

Vietnam menutup petualangannya di fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Pakistan dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Kemenangan ini memastikan Vietnam finis sebagai runner-up Grup B, meski sebelumnya sudah dipastikan tidak bisa menyalip Thailand di puncak klasemen karena kalah head-to-head.
Laga berjalan tidak sesuai prediksi banyak pihak. Pakistan, yang secara peringkat jauh di bawah Vietnam, justru membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-31 melalui Ulllah Mohib. Gol tersebut lahir setelah Mohib lolos dari kawalan bek Vietnam dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper Patrik Le Giang. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum, memberi tekanan psikologis bagi Vietnam yang tampil dominan namun mandul di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Vietnam mengubah pendekatan permainan. Hanya lima menit setelah kick-off, Nguyen Hai Long menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu menjadi titik balik yang mengubah momentum pertandingan. Vietnam kemudian berbalik unggul pada menit ke-57 lewat aksi Nguyen Hoang Duc, sebelum Nguyen Dinh Bac memperlebar jarak menjadi 3-1 pada menit ke-80.
Pakistan sempat memberi harapan pada menit ke-88 melalui Ulllah Kaleem yang memperkecil ketinggalan menjadi 3-2. Namun, harapan itu pupus ketika William Lee mencetak gol keempat Vietnam pada menit 90+1, memastikan skor akhir 4-2. Kemenangan ini menjadi penutup yang manis bagi Vietnam, meski mereka harus puas melaju ke perebutan tempat ketiga.
Meski kalah, penampilan Pakistan patut diapresiasi. Tim yang dianggap underdog ini mampu memberi perlawanan sengit dan sempat memimpin di kandang netral. Dua gol yang mereka cetak menunjukkan bahwa kesenjangan kualitas di sepak bola Asia Tenggara semakin tipis, terutama ketika tim-tim non-unggulan mampu memanfaatkan peluang dengan efisien.
Bagi Vietnam, kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang laga perebutan tempat ketiga. Meski gagal mengejar Thailand, mereka menunjukkan karakter comeback yang kuat. Pelatih Vietnam kemungkinan akan mengevaluasi lini pertahanan yang sempat lengah di awal pertandingan, terutama dalam mengantisipasi serangan balik cepat lawan.
"Kami sempat kehilangan fokus di awal, tetapi para pemain menunjukkan mentalitas juara di babak kedua. Ini pelajaran penting untuk laga selanjutnya," ujar seorang sumber di tim pelatih Vietnam, seperti dikutip dari keterangan resmi setelah pertandingan.
Sementara itu, hasil ini juga menjadi cerminan bagi tim-tim lain di Grup B, termasuk Indonesia yang tidak berlaga di laga tersebut. Kualitas Vietnam sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia Tenggara tetap patut diperhitungkan, meski mereka belum mampu menggeser dominasi Thailand. Perebutan tempat ketiga akan menjadi ujian terakhir bagi Vietnam untuk membuktikan konsistensi mereka di turnamen ini.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Vietnam mampu memanfaatkan momentum ini untuk tampil lebih solid di laga perebutan tempat ketiga, atau justru kembali menunjukkan inkonsistensi seperti di babak pertama melawan Pakistan. Sementara Pakistan, meski tersingkir, telah menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan begitu saja.



