Arif Aiman, Momok yang Bikin Lini Belakang Indonesia Kalang Kabut di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
- Winger Malaysia, Arif Aiman, tampil impresif dengan kecepatan dan dribelnya, merepotkan pertahanan Indonesia sepanjang pertandingan.
- Kartu merah Thom Haye akibat tekel berbahaya pada Arif Aiman menjadi titik balik yang membuat Indonesia bermain dengan 10 orang selama 60 menit.

Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB. Hasil ini membuat Indonesia tertahan di posisi kedua dengan empat poin, sama dengan Malaysia namun kalah selisih gol.
Pertandingan berjalan tidak mudah bagi skuad Garuda. Sejak menit ke-37, Indonesia harus bermain dengan 10 orang setelah Thom Haye diganjar kartu merah langsung. Wasit Ko Hyung-Jin asal Korea Selatan awalnya memberikan kartu kuning, namun setelah meninjau ulang melalui VAR, hukuman dinaikkan menjadi kartu merah karena tekel berbahaya dari samping terhadap Arif Aiman.
Keputusan tersebut menjadi pukulan telak. Malaysia yang sudah tampil dominan semakin leluasa mengurung pertahanan Indonesia. Penguasaan bola Malaysia mencapai 63 persen, dengan serangan yang terus dibangun dari sisi kanan melalui kecepatan Arif Aiman.
Arif Aiman menjadi pemain paling menonjol di laga ini. Winger berusia 24 tahun itu berkali-kali menyisir sisi kanan, melepaskan tembakan spekulasi, dan mengirim umpan-umpan berbahaya ke kotak penalti Indonesia. Kiper Maarten Paes beberapa kali harus bekerja ekstra untuk mengamankan gawangnya.
"Kecepatan dan dribel Arif Aiman benar-benar merepotkan pertahanan kami. Kami harus bermain disiplin dan fokus selama 90 menit," ujar John Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.
Bek-bek Indonesia seperti Justin Hubner, Dean James, dan Calvin Verdonk tampak kewalahan menghentikan pergerakan Aiman. Duet Hubner dan James sering kali harus menjatuhkan diri untuk memblokir tusukan pemain bernomor punggung 10 tersebut. Bahkan, beberapa pelanggaran terpaksa dilakukan untuk menghentikan laju Aiman.
Meski bermain dengan 10 orang, Indonesia masih mampu mencuri satu poin. Pertahanan rapat dan penampilan gemilang Maarten Paes menjadi kunci. Namun, hasil ini tetap meninggalkan pekerjaan rumah bagi Herdman, terutama dalam mengantisipasi serangan cepat dari sayap lawan.
Konteks Indonesia: Hasil imbang ini membuka peluang bagi Indonesia untuk lolos ke semifinal, tetapi mereka wajib meraih kemenangan di laga terakhir Grup A melawan Vietnam. Jika gagal, langkah Indonesia di turnamen ini bisa terhenti lebih cepat. Selain itu, kartu merah Thom Haye akan membuatnya absen di laga krusial tersebut, sehingga Herdman harus mencari pengganti yang mampu menjaga keseimbangan lini tengah.
Malaysia sendiri menunjukkan bahwa mereka bukan tim yang bisa diremehkan. Dengan Arif Aiman sebagai motor serangan, mereka mampu menekan tuan rumah sepanjang pertandingan. Kini, Malaysia berada di posisi puncak grup dan berpeluang besar melaju ke babak berikutnya.
Ke depan, Indonesia harus segera bangkit. Laga melawan Vietnam akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan taktik skuad Garuda. Mampukah mereka mengatasi tekanan dan meraih tiket semifinal? Jawabannya akan terlihat dalam 90 menit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, beberapa hari mendatang.



