Tan Cheng Hoe Kecewa Malaysia Gagal Kalahkan Indonesia Meski Lawan Bermain 10 Orang
Baca dalam 60 detik
- Malaysia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Indonesia dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, meski Indonesia tampil dengan 10 pemain sejak babak kedua.
- Pelatih Tan Cheng Hoe mengakui hasil ini mengecewakan, tetapi melihatnya sebagai pelajaran berharga untuk menghadapi tekanan suporter tuan rumah.
- Dengan tambahan satu poin, posisi Malaysia di klasemen grup masih belum aman dan pertandingan berikutnya akan menjadi penentu kelolosan.

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, menyatakan kekecewaannya setelah timnya ditahan imbang 0-0 oleh Timnas Indonesia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026). Hasil ini terasa pahit karena Malaysia memiliki keunggulan jumlah pemain sejak babak kedua, namun gagal memaksimalkan peluang menjadi gol.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Tan Cheng Hoe mengungkapkan bahwa ia tidak bisa berpura-pura senang dengan hasil tersebut. "Sebagai pelatih, tentu saya tidak bisa mengatakan bahwa saya senang dengan hasil ini," ujarnya. Meski demikian, ia menilai laga ini memberikan pengalaman berharga bagi para pemainnya, terutama dalam menghadapi atmosfer pertandingan di kandang lawan yang penuh tekanan.
Pelatih berusia 58 tahun itu menyoroti kesulitan timnya ketika Indonesia harus bermain dengan 10 orang. Menurutnya, perubahan taktik yang dilakukan lawan membuat Malaysia kesulitan menembus pertahanan yang lebih rapat. "Sedikit sulit bermain melawan 10 pemain karena mereka mengubah cara bermain, lebih dalam dan kompak di belakang," jelasnya.
Meskipun gagal meraih kemenangan, Tan Cheng Hoe melihat ada sisi positif dari permainan anak asuhnya. Ia mencatat bahwa pada babak kedua, Malaysia mampu menguasai jalannya pertandingan, menciptakan sejumlah peluang, dan menerapkan sepak bola menyerang sesuai rencana. "Kami memiliki kontrol permainan yang bagus, menciptakan peluang, dan memainkan sepak bola menyerang. Itu sangat bagus," tambahnya.
Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, juga menjadi sorotan dalam laga ini. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan lini pertahanan menjadi kunci untuk menjaga fokus di tengah gempuran serangan Malaysia. Paes beberapa kali melakukan penyelamatan penting yang membuat gawang Indonesia tetap bersih.
"Tentu saja, pada babak kedua kami memiliki kontrol permainan yang bagus, menciptakan peluang, dan memainkan sepak bola menyerang. Sedikit sulit bermain melawan 10 pemain karena mereka mengubah cara atau taktik bermain, lebih dalam dan lebih kompak di belakang."
- Tan Cheng Hoe, Pelatih Timnas Malaysia
Bagi Malaysia, hasil imbang ini memperpanjang catatan kurang memuaskan melawan Indonesia di ajang regional. Dalam beberapa pertemuan terakhir, Harimau Malaya sering kesulitan menembus pertahanan Indonesia, terutama ketika bermain di hadapan suporter sendiri. Tekanan psikologis dan ekspektasi tinggi kerap menjadi faktor penghambat.
Dari kacamata Indonesia, hasil ini patut diapresiasi mengingat tim asuhan pelatih saat ini harus bermain dengan 10 orang sejak babak kedua. Disiplin taktik dan soliditas lini belakang menjadi kunci. Namun, pertanyaan tetap muncul: apakah Indonesia mampu mempertahankan performa defensif seperti ini di laga-laga berikutnya, terutama saat menghadapi tim dengan kualitas serangan lebih baik?
Dengan tambahan satu poin, posisi Malaysia di klasemen grup belum sepenuhnya aman. Pertandingan selanjutnya akan menjadi penentu apakah mereka bisa melaju ke babak berikutnya. Sementara Indonesia, meski hanya meraih satu poin, menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing ketat di level regional. Akankah Malaysia mampu bangkit dan meraih kemenangan di laga berikutnya? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan semakin besar bagi Tan Cheng Hoe dan pasukannya.



