Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026 Lewat Drama 9-2, Erick Thohir: Tuhan Bersama Kita
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan unggul selisih gol dari Malaysia.
- Dua gol tambahan di masa injury time—lewat Kevin Diks dan Mitchell Baker—menjadi penentu lolosnya Garuda ke partai puncak.
- Erick Thohir menyebut kelolosan ini sebagai bukti bahwa tim mampu melewati tekanan berat di momen krusial.

Timnas Indonesia memastikan diri melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menutup fase grup dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Hasil itu membuat Indonesia keluar sebagai juara Grup A dengan keunggulan selisih gol atas Malaysia, yang pada laga simultan mengalahkan Singapura 6-0 di Bandung.
Jalur menuju partai puncak tidak berjalan mulus. Hingga menit 90+1, Indonesia baru unggul 7-2, sementara Malaysia sudah mengunci kemenangan 6-0. Dengan regulasi turnamen yang menghitung selisih gol, Indonesia wajib menambah dua gol lagi dalam sisa waktu tambahan yang hanya sekitar enam menit.
Tekanan itu terjawab lewat aksi Kevin Diks dan Mitchell Baker. Keduanya mencetak gol krusial yang mengubah skor menjadi 9-2, sekaligus memastikan Indonesia finis di puncak klasemen dengan selisih gol lebih baik satu angka dari Malaysia. Baker tampil menonjol dengan memborong lima dari sembilan gol ke gawang Bangladesh.
Perjalanan Indonesia di fase grup sempat menuai keraguan. Pada laga pertama, pasukan John Herdman hanya menang 2-0 atas Singapura yang bermain dengan sepuluh orang sejak pertengahan babak kedua. Laga kedua berakhir imbang tanpa gol melawan Malaysia, sekaligus diwarnai kartu merah gelandang Thom Haye di pertengahan babak pertama.
Kombinasi hasil itu membuat kepercayaan publik menurun. Laga kontra Bangladesh pun berlangsung tanpa atmosfer penuh; hanya sekitar 33 ribu penonton yang hadir di GBK. Namun, kemenangan dramatis ini setidaknya mengembalikan harapan menjelang partai puncak.
"Allah SWT bersama Indonesia. Tuhan Bersama Kita Semua. Statment saya cuma itu. Saya rasa media lebih ngeri bagaimana perasaan bangsa Indonesia. Kalian juga ngertilah dengan apa yang terjadi di laga ini dan di tempat lain," ujar Erick Thohir kepada wartawan usai pertandingan.
Ketua umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga itu menilai tim mampu menjaga fokus dan terus mengejar jumlah gol hingga detik terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Erick setelah pertandingan, menandakan bahwa ia melihat laga ini sebagai ujian mental yang berhasil dilewati.
Dari sisi kompetisi, format ASEAN Cup 2026 yang menggunakan selisih gol sebagai penentu membuat setiap pertandingan berpotensi menjadi drama. Indonesia harus membayar mahal kelolosan ini dengan tekanan psikologis yang tinggi, terutama karena harus mengejar ketertinggalan selisih gol dari Malaysia di laga terakhir.
Menghadapi Thailand di final, Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan keajaiban injury time. Thailand dikenal memiliki organisasi pertahanan yang rapi dan pengalaman di turnamen regional. Herdman dituntut memperbaiki efektivitas lini serang sejak menit awal, sekaligus menjaga disiplin pemain agar tidak kehilangan momentum seperti pada laga melawan Malaysia.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Indonesia mampu mengubah drama menjadi gelar, atau justru kembali terjebak dalam ketegangan yang sama di partai puncak? Jawabannya akan tersaji di hadapan puluhan ribu suporter di GBK, Senin 5 Oktober 2026.



