Perampok Bobol Rumah di Pasar Rebo, Gigit Telinga Korban hingga Robek
Baca dalam 60 detik
- Seorang pria menyatroni rumah di Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, dan menggasak uang Rp350 ribu.
- Aksi itu berujung kekerasan: korban yang terbangun dibekap dan telinganya digigit sampai robek.
- Polres Metro Jakarta Timur masih memburu pelaku dan mendalami identitasnya.

Seorang pria membobol sebuah rumah di Jalan Gandaria I, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (24/9). Pencurian itu berlangsung brutal: korban, seorang perempuan, mengalami luka robek pada daun telinga setelah digigit pelaku.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengungkapkan, pelaku masuk ke rumah dengan mendorong pintu saat korban tengah tertidur. Dari dalam rumah, pelaku berhasil membawa uang senilai Rp350.000. Namun, ketika hendak kabur, korban terbangun. Pelaku pun langsung membekap mulut korban dan menggigit telinganya.
"Pelaku membekap mulut dan langsung menggigit telinga korban putus," ujar Made dalam keterangannya, Senin (28/9). Akibatnya, korban menderita luka robek pada bagian daun telinga.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kejahatan jalanan yang berujung kekerasan di kawasan permukiman padat Ibu Kota. Modusnya sederhana—mendorong pintu yang tidak terkunci rapat—tetapi eskalasi kekerasannya membuat warga sekitar resah. Polisi belum mengungkap apakah pelaku beraksi sendirian atau bagian dari komplotan yang lebih besar.
Made menegaskan, penyidik masih mengumpulkan bukti dan menelusuri identitas pelaku. "Kami masih menyelidiki aksi pencurian tersebut, termasuk mengusut identitas pelaku," ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai penangkapan.
Dari kacamata kriminologi, kekerasan yang menyertai pencurian kerap dipicu kepanikan pelaku saat kepergok. Situasi itu berubah menjadi serangan fisik untuk melumpuhkan korban agar bisa melarikan diri. Pola ini menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra di lingkungan permukiman, terutama pada malam hingga dini hari.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan lingkungan. Di banyak wilayah Jakarta Timur, sistem keamanan swadaya seperti ronda dan pemasangan kamera pengawas belum merata. Padahal, keberadaan CCTV dapat mempercepat identifikasi pelaku dan mencegah aksi serupa.
"Pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan cara mendorong pintu dan berhasil mengambil uang sejumlah Rp350.000 milik korban." — AKP Made Budi, Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur
Bagi warga, insiden ini menjadi pengingat bahwa pintu yang tidak terkunci ganda dan minim penerangan menjadi celah empuk bagi pelaku. Aparat kepolisian pun dituntut bergerak cepat, tidak hanya mengungkap identitas pelaku, tetapi juga meningkatkan patroli di titik-titik rawan. Tanpa langkah itu, kekhawatiran publik akan terus tumbuh.
Ke depan, penyelidikan kasus ini akan menjadi ujian bagi respons kepolisian dalam menangani kejahatan dengan kekerasan di wilayah padat penduduk. Akankah pelaku segera tertangkap dan jaringan di baliknya terungkap? Publik menanti jawabannya.



