Newcastle Diingatkan: Jangan Ulangi Kesalahan Elliot Anderson pada Joe Willock
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United berpotensi kehilangan Joe Willock secara gratis musim panas mendatang karena kontraknya habis, tepat saat performanya menanjak di bawah asuhan Matthias Jaissle.
- Penjualan Elliot Anderson ke Manchester City senilai ยฃ116 juta menjadi pelajaran pahit: Newcastle melepas pemain sebelum berkembang penuh, dan kini menghadapi risiko serupa dengan Willock.
- Jika manajemen tidak segera membuka negosiasi perpanjangan, Willock bebas menandatangani pra-kontrak dengan klub luar negeri sejak Januari, memaksa Newcastle mencari pengganti di pasar yang mahal.

Newcastle United berada di persimpangan jalan menyangkut masa depan gelandang Joe Willock, yang kontraknya akan berakhir pada akhir musim ini. Situasi ini mengingatkan pada keputusan kontroversial dua tahun lalu, ketika Elliot Anderson dilepas ke Nottingham Forest sebelum berkembang menjadi bintang, dan kini bersinar bersama Manchester City setelah dibeli seharga ยฃ116 juta. Jika manajemen tidak segera bertindak, Willock bisa menjadi kesalahan kedua dalam waktu singkat.
Di bawah asuhan pelatih baru Matthias Jaissle, Newcastle tengah bertransisi dari pressing ketat ala Eddie Howe ke gaya vertikal dan agresif. Willock, 27 tahun, mulai menemukan performa terbaiknya. Musim ini, ia telah mencetak tiga gol dari tujuh pertandingan di semua kompetisi, termasuk gol spektakuler saat mengalahkan Millwall di Piala Carabao. Mantan bek Newcastle, John Anderson, memuji etos kerjanya yang luar biasa dalam laga tersebut.
Willock sempat di ambang kepindahan ke Besiktas pada musim panas lalu. Selama beberapa tahun, ia kerap dianggap tidak konsisten, tetapi Jaissle tampaknya tahu cara mengeluarkan potensinya. The Chronicle melaporkan bahwa manajemen Newcastle bersedia menawarkan kontrak baru, namun pembicaraan belum dimulai. Jika tidak ada negosiasi dalam waktu dekat, Willock dapat menandatangani pra-kontrak dengan klub luar negeri pada Januari, tanpa Newcastle menerima sepeser pun.
"Willock bekerja keras sepanjang pertandingan," ujar John Anderson, mengomentari penampilan Willock melawan Millwall. "Golnya menunjukkan kualitas yang selama ini tersembunyi."
Kesalahan Anderson menjadi cerminan. Newcastle terpaksa menjualnya pada 2024 untuk mematuhi aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR) Liga Primer. Anderson kini menjadi salah satu gelandang terbaik Eropa. Willock memang tidak selevel Anderson, tetapi melepasnya gratis saat ia baru menemukan performa terbaik akan menjadi pukulan telak, terutama karena Newcastle membutuhkan kedalaman skuad untuk bersaing di kompetisi Eropa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen kontrak di klub-klub besar. Liga Indonesia juga sering menghadapi situasi serupa, di mana pemain kunci dilepas gratis karena telat memperpanjang kontrak. Newcastle, yang dimiliki dana investasi Arab Saudi (PIF), seharusnya mampu belajar dari kesalahan masa lalu. Mereka tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama dengan Willock.
Ke depan, keputusan Newcastle atas Willock akan menjadi indikator arah kebijakan klub di bawah Jaissle. Apakah mereka akan mempertahankan pemain yang sedang naik daun, atau kembali terjebak dalam siklus penjualan yang merugikan? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan, dan para penggemar berharap manajemen tidak mengulangi kesalahan yang sama.



