Maarten Paes Bicara Rahasia Fokus di Balik Clean Sheet Kontra Malaysia
Baca dalam 60 detik
- Maarten Paes mencatat delapan penyelamatan krusial saat Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Malaysia di SUGBK.
- Kiper Ajax itu mengungkap kunci menjaga konsentrasi di tengah tekanan setelah Thom Haye dikartu merah.
- Dengan akumulasi kartu kuning, Paes absen laga berikutnya, membuka peluang debut Emil Audero.

Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi tembok kokoh saat Garuda menahan imbang Malaysia 0-0 dalam laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). Kiper Ajax Amsterdam itu melakukan delapan penyelamatan penting, terutama setelah Thom Haye menerima kartu merah di babak pertama yang membuat Indonesia bermain dengan sepuluh pemain.
Tekanan bertubi-tubi dari Malaysia membuat lini belakang Indonesia bekerja ekstra keras. Paes mengakui bahwa komunikasi dengan para bek berjalan alami, terutama dalam mengantisipasi umpan silang dan tembakan jarak jauh yang dilancarkan lawan di babak kedua. "Kami harus terus berbicara dan berkomunikasi dengan lini pertahanan, hal itu terjadi secara alami saja," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kemenangan tipis atas Malaysia tidak lepas dari peran Elkan Baggott di jantung pertahanan. Paes memuji penampilan bek berusia 22 tahun itu yang disebutnya tampil luar biasa dengan delapan blok dan lima sapuan. "Jika melihat cara kami merayakannya bersama, hal itu sangat mencerminkan peran dan arahan dari tim pelatih," tambahnya.
"Di babak kedua, saya sudah mengantisipasi akan banyak datangnya umpan silang, bola-bola liar, dan tembakan dari berbagai sudut, jadi kami sudah bersiap untuk itu dan berusaha semaksimal mungkin untuk memblokir bola."
โ Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia
Hasil ini menjaga peluang Indonesia untuk lolos dari fase grup, meski masih menyisakan pekerjaan rumah dalam hal disiplin pemain. Kartu merah Haye menjadi sorotan, mengingat laga berjalan baru separuh babak pertama. Pelatih timnas pun dituntut untuk segera membenahi mentalitas bertanding agar tidak terulang di laga-laga krusial berikutnya.
Konsekuensi dari kartu kuning yang dikumpulkan Paes membuatnya harus absen pada pertandingan selanjutnya melawan China. Ini menjadi momen yang dinanti bagi Emil Audero, kiper anyar naturalisasi yang berpotensi menjalani debut bersama Garuda. Kehadiran Audero di bawah mistar diharapkan mampu menjaga stabilitas pertahanan Indonesia.
Bagi publik sepak bola Indonesia, performa Paes menjadi bukti bahwa kualitas kiper yang berkiprah di Eropa dapat diandalkan di level internasional. Namun, ketergantungan pada satu pemain perlu diwaspadai. Rotasi dan kesiapan mental pemain pelapis menjadi ujian berikutnya bagi staf pelatih.
Laga melawan China pada 5 Juni 2025 mendatang akan menjadi ujian sesungguhnya. Mampukah Indonesia tampil solid tanpa Paes, atau justru sebaliknya, Audero mampu menjadi pahlawan baru? Publik menanti jawabannya di lapangan.



