Quintrick Mitchell Baker Hancurkan Bangladesh, Timnas Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Mitchell Baker mencetak lima gol saat Timnas Indonesia menghajar Bangladesh 9-2 di SUGBK, memastikan tiket final ASEAN Cup 2026.
- Penyerang 19 tahun itu mengaku laga tersebut sebagai pertandingan terliar yang pernah ia jalani, namun menolak larut dalam euforia.
- Indonesia akan menghadapi Thailand di partai puncak pada Senin (5/10/2026) di SUGBK, dengan misi meraih trofi pertama.

Timnas Indonesia memastikan diri melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh dengan skor 9-2 pada laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan ini menjadi panggung bagi penyerang muda Mitchell Baker, yang mencetak lima gol alias quintrick dalam pertandingan tersebut.
Baker, pemain berusia 19 tahun asal Georgetown Hoyas, membuka keran golnya pada menit ke-11 dan terus menambah pundi-pundi gol pada menit 20, 37, 42, serta 90+7. Aksi individunya menjadi motor serangan Garuda, sementara empat gol tambahan disumbangkan oleh Rizky Ridho (32'), Justin Hubner (45+1'), Luke Vickery (90'), dan Kevin Diks (90+6'). Bangladesh yang dilatih Thomas Dooley hanya mampu membalas dua gol.
Usai laga, Baker mengungkapkan kekagumannya atas hasil fantastis tersebut. "Ini pertandingan yang gila. Menurut saya, ini pertandingan paling gila yang pernah saya mainkan," ujarnya dengan antusias. Meski menjadi bintang lapangan, ia memilih merendah dan mempersembahkan kemenangan untuk rekan setim serta suporter yang memadati SUGBK.
"Inilah alasan kami bermain untuk negara ini. Inilah alasan para pemain berjuang keras, yaitu untuk meraih kemenangan bagi negara. Itulah motivasi kami untuk melewati pertandingan ini," tegas Baker.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan tiket ke partai puncak, tetapi juga membakar optimisme tim besutan John Herdman. Di final, Indonesia sudah ditunggu Thailand, lawan tangguh yang akan dihadapi di SUGBK pada Senin (5/10/2026) malam WIB. Baker menegaskan bahwa perayaan kemenangan ini tak boleh membuat skuad Garuda terlena, sebab misi utama memburu trofi masih harus dituntaskan.
"Kami akan menikmati malam ini, tetapi masih ada final yang harus dimainkan. Kami harus segera kembali fokus untuk memenangkan trofi pertama bagi Indonesia. Itulah yang menjadi fokus saya sekarang," pungkasnya.
Pertandingan final nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Indonesia. Thailand dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia Tenggara dengan pengalaman di kompetisi internasional. Namun, modal kemenangan besar dan performa impresif Baker bisa menjadi senjata ampuh bagi Garuda untuk mengakhiri puasa gelar. Akankah Indonesia mencatatkan sejarah baru? Publik sepak bola tanah air menanti dengan antusias.



