Dion Cools Akui Frustrasi: Malaysia Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain Lawan Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Malaysia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Indonesia meski tim tuan rumah bermain dengan 10 orang sejak menit 36.
- Kapten Malaysia Dion Cools menilai pertahanan Indonesia sangat disiplin dan sulit ditembus.
- Hasil ini membuat persaingan Grup A semakin ketat; Malaysia masih memuncaki klasemen dengan keunggulan tipis atas Indonesia.

Malaysia harus puas berbagi poin dengan Indonesia setelah pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir tanpa gol di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026). Padahal, tim asuhan Tan Cheng Hoe itu memiliki keunggulan jumlah pemain sejak menit ke-36 setelah gelandang Indonesia, Thom Haye, diusir wasit akibat pelanggaran berbahaya yang terdeteksi melalui VAR terhadap Arif Aiman.
Kegagalan memanfaatkan situasi 11 lawan 10 menjadi pukulan psikologis bagi Malaysia. Kapten tim, Dion Cools, mengungkapkan kekecewaannya karena rencana permainan yang telah disusun tidak membuahkan gol. "Kami bermain baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya. Masih ada satu pertandingan lagi, dan jika kami bisa menyelesaikannya dengan baik, kami akan ke final," ujar Cools kepada awak media usai laga.
Menurut Cools, pertahanan Indonesia tampil solid dan disiplin, terutama setelah kehilangan satu pemain. Ia menilai struktur bertahan lawan rapi sehingga menyulitkan Malaysia untuk menembus sepertiga akhir. "Kami tahu Indonesia akan bertahan lebih dalam, dan mereka melakukan pekerjaan dengan baik dalam pertahanan," tambahnya.
Kiper Indonesia, Maarten Paes, menjadi tembok kokoh di bawah mistar. Beberapa penyelamatan pentingnya menggagalkan upaya Malaysia yang terus menekan hingga peluit akhir. Kegagalan ini menjadi catatan tersendiri bagi efektivitas serangan Malaysia yang sering mentok di area pertahanan lawan.
"Kami sebenarnya memiliki strategi permainan yang bagus di laga ini. Kami tahu Indonesia akan bertahan lebih dalam. Mereka juga melakukan pekerjaan dengan baik dalam pertahanan." - Dion Cools
Dari kacamata taktik, keputusan Tan Cheng Hoe untuk terus menyerang setelah kartu merah sebenarnya tepat. Namun, kurangnya kreativitas di lini tengah dan penyelesaian akhir yang buruk membuat Malaysia gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Indonesia, di sisi lain, menunjukkan mentalitas bertahan yang kuat di bawah tekanan.
Hasil ini membuat persaingan Grup A semakin ketat. Malaysia masih memuncaki klasemen dengan empat poin, disusul Indonesia dengan poin sama namun kalah selisih gol. Singapura berada di posisi ketiga dengan tiga poin. Dengan satu pertandingan tersisa, peluang ke final masih terbuka bagi ketiga tim, tetapi Malaysia harus waspada karena Indonesia dan Singapura juga memiliki kans yang sama.
Bagi Indonesia, hasil imbang ini bisa dibilang positif mengingat mereka bermain dengan 10 orang sejak babak pertama. Poin tambahan menjaga asa untuk lolos ke final. Namun, pertanyaan besar tetap menghantui: mampukah Indonesia tampil lebih baik saat kembali dengan kekuatan penuh? Sementara Malaysia harus segera membenahi penyelesaian akhir jika ingin memastikan tiket ke partai puncak.



