Malaysia Hancurkan Singapura 6-0, Tan Cheng Hoe: Sepak Bola Penuh Suka dan Duka
Baca dalam 60 detik
- Malaysia menutup fase grup dengan kemenangan telak 6-0 atas Singapura, namun tersingkir karena kalah selisih gol dari Indonesia.
- Tan Cheng Hoe mengapresiasi performa pemainnya tetapi mengakui kekecewaan mendalam gagal melaju ke partai puncak.
- Harimau Malaya akan beralih fokus ke perebutan tempat ketiga melawan tim lain pada 5 Oktober mendatang.

Malaysia mengakhiri perjalanan di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan besar 6-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026). Meski tampil dominan, Harimau Malaya harus mengakui keunggulan Indonesia yang menang 9-2 atas Bangladesh dan unggul selisih gol, sehingga Malaysia gagal melaju ke final.
Striker andalan Malaysia, Bergson, menjadi bintang dengan mencetak hattrick pada menit ke-8, 62, dan 90+2. Tiga gol lainnya disumbangkan Stuart Wilkin (26'), Paulo Josue (76'), dan Syahir Bashah (87'). Kemenangan ini memperlihatkan ketajaman lini serang Malaysia, tetapi tidak cukup untuk mengubah nasib mereka di klasemen.
Pelatih Tan Cheng Hoe menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain. "Saya ucapkan selamat kepada seluruh pemain, kita memenangkan pertandingan hari ini. Atmosfer yang baik membuat kami ingin terus melaju," ujarnya usai laga. Namun, ia tidak menyembunyikan kekecewaan. "Sebagai pelatih, saya sedikit kecewa karena tidak lolos ke final. Para pemain lebih senang dengan sikap dan cara kami bermain," tambahnya.
Tan menilai timnya tampil baik sejak awal, dengan komitmen tinggi dan pergerakan bola cepat. "Pemain menunjukkan permainan yang cukup baik, disiplin dalam umpan, dan hasilnya pun memuaskan," jelasnya. Meski demikian, ia menyadari bahwa sepak bola menyimpan ketidakpastian. Dua gol Indonesia di masa injury time memupus harapan Malaysia ke final.
"Dalam sepak bola, hal ini bisa terjadi. Ada suka dan duka, dan kita harus terus maju, berpikir positif. Ke depan, tim harus terus berkembang untuk pertandingan berikutnya," ucap Tan Cheng Hoe.
Kegagalan Malaysia ke final menjadi pukulan telak, mengingat mereka tampil impresif di laga terakhir. Namun, fokus kini beralih ke perebutan tempat ketiga. Tan berharap para pemain tetap termotivasi dan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga.
Bagi Indonesia, keberhasilan ke final menjadi modal berharga untuk menghadapi laga puncak. Sementara Malaysia, meski tersingkir, menunjukkan bahwa mereka masih tim yang patut diperhitungkan di kancah sepak bola Asia Tenggara. Pertandingan perebutan tempat ketiga akan menjadi ujian mental bagi Harimau Malaya untuk mengakhiri turnamen dengan catatan positif.
Pertanyaannya, mampukah Malaysia bangkit dan meraih kemenangan di laga perebutan tempat ketiga, ataukah kekecewaan ini akan berdampak panjang pada performa mereka?



