Tiga Gol dalam 37 Detik: Momen Injury Time yang Bikin Herdman Angkat Topi untuk Timnas Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menutup Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 9-2 atas Bangladesh, memastikan tiket final.
- John Herdman mengungkap kekacauan injury time: papan waktu dua menit, protes pemain, dan respons luar biasa yang berujung tiga gol dalam 37 detik.
- Kemenangan ini menegaskan mentalitas juara skuad Garuda, tetapi juga menyoroti perlunya regulasi waktu tambahan yang lebih transparan.

Timnas Indonesia memastikan tempat di final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh 9-2 dalam laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi juara grup, tetapi juga menghadirkan drama luar biasa di menit-menit akhir yang membuat pelatih John Herdman angkat bicara.
Laga berjalan sesuai skenario bagi tuan rumah. Mitchell Baker tampil gemilang dengan lima gol, masing-masing pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+8. Gol lainnya disumbangkan Rizky Ridho (32'), Justin Hubner (45+1'), Luke Vickery (90'), dan Kevin Diks (90+6'). Namun, sorotan utama justru terjadi di injury time ketika wasit awalnya hanya memberikan tambahan waktu dua menit.
Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Indonesia. Herdman mengungkapkan bahwa ia langsung menghampiri ofisial keempat untuk mengonfirmasi apakah waktu tambahan tersebut keliru. "Saya bertanya, 'Apakah ini kesalahan?' dan dia menjawab 'Ya'," ujar Herdman dalam konferensi pers. Namun, sebelum waktu diperbaiki, Bangladesh sempat mencetak gol yang membuat konsentrasi pemain buyar sesaat.
Menariknya, chaos di akhir laga justru membuahkan hasil di luar dugaan. Dalam sesi latihan sehari sebelum pertandingan, Herdman sempat menantang para pemainnya untuk mencetak tiga gol dalam 30 detik. "Mereka menjawab bisa. Saya bilang tidak mungkin. Ternyata di pertandingan, tiga gol tercipta dalam 37 detik," kenangnya. Momen ini menjadi bukti nyata dari keyakinan dan komitmen yang ia tanamkan di ruang ganti.
"Mereka percaya. Terlepas dari keputusan wasit, setiap orang bisa berbuat salah, tetapi Anda memiliki sekelompok pria yang begitu berkomitmen untuk negaranya. Saya bangga, benar-benar bangga." โ John Herdman
Kemenangan ini juga menegaskan kualitas mental skuad Garuda yang mampu bangkit dari situasi sulit. Herdman menyoroti dedikasi Kevin Diks dan kawan-kawan yang tampil mati-matian dalam dua pertandingan berturut-turut. Bagi publik sepak bola nasional, performa ini menjadi sinyal positif menjelang final, sekaligus mengingatkan bahwa konsistensi dan fokus adalah kunci menghadapi lawan yang lebih tangguh.
Di sisi lain, insiden injury time menyoroti perlunya evaluasi terhadap standar pengambilan keputusan wasit di turnamen internasional. Ketika papan waktu yang ditampilkan tidak sesuai dengan durasi sebenarnya, hal ini dapat merugikan tim yang sedang dalam momentum. Herdman berharap ke depan tidak ada lagi kebingungan serupa yang mengganggu jalannya pertandingan.
Dengan tiket final di tangan, Timnas Indonesia kini menanti lawan dari grup lain. Pertanyaannya, apakah mentalitas juara yang ditunjukkan di laga kontra Bangladesh dapat dipertahankan saat menghadapi tekanan final? Publik sepak bola Indonesia tentu berharap demikian.



