Arsenal Kirim Pemantau untuk Alberto Costa, Bek Kanan Rp1 Triliun dengan Klause Rp1,1 T
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengirim pemantau untuk melihat langsung bek kanan Porto, Alberto Costa, yang memiliki klausul pelepasan โฌ65 juta.
- Costa mencatatkan lebih dari dua peluang tercipta per 90 menit dibandingkan Calafiori dan Ben White, serta lebih banyak merebut bola.
- Ketertarikan Arsenal tidak sendiri; Manchester City, Manchester United, dan PSG juga memantau, sementara kebutuhan striker tetap prioritas.

Arsenal dilaporkan telah mengirim pemantau untuk menyaksikan langsung aksi bek kanan Porto, Alberto Costa, menjelang jendela transfer Januari. Menurut laporan Caught Offside, ketertarikan The Gunners masih sebatas tahap pengamatan, namun klausul pelepasan senilai โฌ65 juta (sekitar Rp1,1 triliun) dapat mempercepat negosiasi jika manajemen memutuskan bergerak.
Langkah ini muncul setelah kekalahan 0-3 Arsenal dari Brighton pada awal jeda internasional. Kekalahan tersebut tidak hanya mengejutkan publik Premier League, tetapi juga menjadi cermin bagi Mikel Arteta bahwa skuadnya tidak kebal. Selama tiga pekan jeda, Arteta kehilangan kesempatan untuk merespons secara langsung, sehingga tekanan menjelang Januari semakin terasa.
Arsenal sebenarnya lebih memprioritaskan penyerang pada bursa musim panas lalu. Mereka membidik Morgan Rogers, Julian Alvarez, hingga Vinicius Junior, tetapi tidak satu pun berhasil didatangkan. Kini perhatian beralih ke Januari, dengan nama-nama seperti Endrick dan Rodrygo dari Real Madrid disebut-sebut, meski kebutuhan akan bek kanan tetap menjadi pertimbangan serius.
Dibandingkan dengan bek sayap Arsenal saat ini, Costa menawarkan ancaman serangan yang lebih besar. Statistik menunjukkan pemain berusia 22 tahun itu menciptakan lebih dari dua peluang per pertandingan untuk Porto, sekaligus lebih sering merebut bola. Profilnya sebagai bek modern yang energik cocok dengan skema Arteta yang mengandalkan full-back untuk naik ke lini serang.
"Arsenal telah mengirim pemantau untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap Costa. Ketertarikan mereka masih di tahap pengamatan, tetapi klausul pelepasan โฌ65 juta bisa mempercepat kesepakatan," tulis laporan Caught Offside.
Namun, Arsenal tidak sendirian. Manchester City, Manchester United, dan Paris Saint-Germain juga dikabarkan memantau Costa. Arsenal berharap vonis bersalah yang dijatuhkan Premier League kepada Manchester City dapat menyingkirkan salah satu pesaing utama di bursa transfer. Meski demikian, persaingan tetap ketat mengingat reputasi Porto sebagai klub yang sulit melepas pemain bintangnya.
Bagi pembaca di Indonesia, dinamika transfer ini mencerminkan bagaimana klub-klub besar Eropa semakin agresif dalam mengamankan talenta muda sebelum harga melonjak. Arsenal, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, perlu menyeimbangkan antara kebutuhan jangka pendek dan pembangunan skuad berkelanjutan. Keputusan mendatangkan Costa bisa menjadi sinyal bahwa Arteta ingin memperkuat kedalaman skuad, terutama mengingat jadwal padat dan risiko cedera.
Jika Arsenal gagal mendatangkan penyerang pada Januari, merekrut bek sayap menyerang seperti Costa bisa menjadi langkah alternatif untuk meningkatkan produktivitas gol dari lini belakang. Namun, dengan klausul pelepasan yang tinggi dan persaingan dari klub-klub elite, negosiasi tidak akan mudah. Apakah Arsenal akan bergerak cepat atau kembali gagal seperti musim panas lalu? Waktu yang akan menjawab, tetapi tekanan dari hasil buruk dan ekspektasi gelar membuat langkah Januari menjadi krusial.



