HBO Ubah Aturan Fundamental Green Lantern: John Stewart Kini Bisa Hidupkan Konstruksi Tanpa Cincin
Baca dalam 60 detik
- Episode 7 Lanterns memperlihatkan John Stewart mempertahankan konstruksi Hal-ogram meski cincin dilepas, melanggar hukum dasar kekuatan Green Lantern.
- Kemampuan ini mengindikasikan John Stewart adalah Lantern terkuat dalam sejarah DC Universe versi serial ini.
- Dengan hanya satu episode tersisa, pertanyaan besar apakah John akan sepenuhnya menerima takdirnya sebagai Green Lantern paling powerful.

Serial Lanterns di HBO baru saja membalikkan salah satu prinsip paling sakral dalam mitologi Green Lantern: seorang Lantern tidak bisa mempertahankan konstruksi tanpa cincin yang aktif. Namun John Stewart (Aaron Pierre) melakukannya, dan episode terbaru menegaskan bahwa ia mungkin adalah Lantern terkuat yang pernah ada.
Sejak awal musim, Lanterns memang menabur petunjuk. John tanpa sadar menciptakan burung hijau hidup yang tetap eksis bahkan setelah cincin dikembalikan ke Hal Jordan (Kyle Chandler). Burung itu bertahan saat John dipukul hingga tak sadarkan diri, bahkan bertarung melawan alien yang menculiknya. Para penculik menyebut kemampuan itu “nyaris mustahil.” Kini, satu dekade kemudian, John masih melakukan hal yang mustahil.
Di akhir episode 6, John mengambil cincin dari tubuh Hal yang tewas, memberi sedikit daya, dan memunculkan Hal-ogram—cadangan digital kesadaran Hal yang tersimpan di dalam cincin. Kemunculan Hal-ogram bukan hal baru, tetapi yang mengejutkan adalah apa yang bisa dilakukan proyeksi itu, dan semuanya tampaknya karena John Stewart yang memakai cincin.
Episode 7 menghapus keraguan. Saat John berencana membuka brankas di unit penyimpanan Rushville, Hal-ogram tiba-tiba bertanya, “Siapa Marcus?” padahal ia tidak seharusnya mendengar percakapan telepon John. Hal-ogram versi sebelumnya hanya rekaman data dari 2006 yang tidak menyadari apa pun di dunia nyata. Kini, ia bisa mengamati dan merespons lingkungan sekitar.
Puncaknya, saat John melepas cincin dan meletakkannya di konsol truk, Hal-ogram tetap muncul dan bahkan berbicara. “Bagaimana kau melakukan itu? Itu tidak mungkin. Aku tidak kenal Lantern yang bisa. Bahkan aku tidak bisa,” kata Hal-ogram, yang kemudian memberi pujian pada John—pengakuan yang tidak pernah diberikan Hal asli.
Dalam perjalanan ke planet asal Antaan, Hal-ogram terus menyertai John melintasi gurun, danau, dan mendekati markas Sinestro. Cincin yang hampir mati seharusnya tidak mampu mempertahankan proyeksi selama itu. Ini bukan lagi sekadar keanehan; ini adalah terobosan aturan kosmik.
Yang lebih mengejutkan, Hal-ogram mampu bertindak otonom. Saat John tenggelam karena halusinasi, Hal-ogram muncul dan menariknya kembali ke perahu. Entitas hard-light yang seharusnya bergantung pada cincin kini menjadi pelindung independen bagi penciptanya.
“Cincin memanifestasikan apa pun yang dipikirkan pemakainya. Jadi, kau sedang memikirkan aku,” ujar Hal-ogram, menjelaskan mekanisme yang membuktikan bahwa John adalah sumber kekuatan sesungguhnya.
Bagi penggemar berat Green Lantern, ini adalah perubahan besar. Dalam kanon DC, konstruksi akan lenyap begitu cincin dilepas atau konsentrasi buyar. John tidak hanya melanggar aturan itu; ia menciptakan entitas hidup yang mandiri. Ini menempatkannya di level kekuatan yang belum pernah terlihat, bahkan oleh Lantern senior seperti Hal Jordan.
Dari perspektif industri hiburan, langkah Lanterns ini cerdas. Dengan hanya satu episode tersisa, serial ini berhasil membangun misteri besar: apa sebenarnya yang membuat John Stewart begitu istimewa? Apakah ini terkait dengan warisan arsiteknya, atau ada kekuatan kosmik yang lebih dalam? Penonton dipaksa menebak, dan itu menjaga keterlibatan hingga finale.
Di Indonesia, fenomena ini juga menarik. Komunitas penggemar DC di Tanah Air cukup besar, dan diskusi tentang Green Lantern sering muncul di media sosial. Perubahan aturan ini bisa memicu perdebatan seru di forum dan grup penggemar, sekaligus meningkatkan ekspektasi terhadap arah sinematik DC ke depan. Jika John Stewart benar-benar menjadi Lantern terkuat, adaptasi film atau serial lanjutan berpotensi besar.
Namun, pertanyaan krusialnya: apakah Lanterns akan menjelaskan secara memuaskan bagaimana John bisa melampaui batas? Atau justru meninggalkan misteri yang menggantung? Dengan finale yang tinggal menghitung hari, penonton berhak berharap jawaban yang tidak mengecewakan.



