Founder Hytale Taruhan Rp230 Juta untuk Penakluk Boss Pertama
Baca dalam 60 detik
- Simon Collins-Laflamme menawarkan hadiah senilai $15.000 bagi streamer yang mampu mengalahkan boss Gobliterator di mode hardcore tanpa armor, potion, atau glitch.
- Tantangan ini menjadi strategi pemasaran menjelang peluncuran update Chapter 1 pada 12 Oktober, yang menghadirkan area bawah tanah baru dan boss raksasa.
- Inisiatif ini berpotensi mendongkrak popularitas Hytale di pasar game global, termasuk Indonesia, serta memicu diskusi tentang batas antara promosi dan kompetisi.

Simon Collins-Laflamme, pendiri studio Hypixel sekaligus otak di balik game Hytale, mengumumkan sayembara berhadiah $15.000 (sekitar Rp230 juta) bagi siapa pun yang pertama kali menumbangkan boss baru bernama Gobliterator. Syaratnya tidak main-main: pertarungan wajib dilakukan di mode hardcore, tanpa armor, tanpa potion, tanpa glitch, dan harus disiarkan langsung agar rekamannya bisa diverifikasi.
Pengumuman ini muncul beberapa pekan sebelum update besar Chapter 1 meluncur di Hytale early access pada 12 Oktober. Hypixel sebelumnya merilis trailer teaser yang memperlihatkan sejumlah area anyar, termasuk gua bawah tanah raksasa dengan sungai dan air terjun asam. Di sanalah Gobliterator bersemayam—sesosok goblin raksasa bertubuh kekar yang gemar menghantamkan tinjunya. Tampangnya mengerikan, tetapi bisa jadi jalan cepat menuju kekayaan.
Dalam cuitannya di Twitter, Collins-Laflamme menegaskan bahwa hadiah akan diberikan kepada streamer pertama yang berhasil menyelesaikan tantangan tersebut. Ia juga menambahkan aturan tambahan di kolom komentar: pertarungan harus dilakukan secara solo, tanpa bantuan mode kreatif. "Ini harus benar-benar legit, solo, dan tidak bisa sekadar masuk lewat creative mode," ujarnya. Ia pun penasaran dengan strategi para pemain: apakah akan menghabiskan waktu untuk latihan atau langsung menyerang tanpa persiapan.
Langkah ini jelas menjadi magnet pemasaran yang cerdik. Namun, Collins-Laflamme tampaknya serius. Beberapa warganet mengaku tertarik ikut serta tetapi belum memiliki game-nya. Ia pun membalas sejumlah komentar dan meminta mereka mengecek pesan pribadi karena telah mengirimkan kunci game. Tindakan itu memperkuat kesan bahwa sayembara ini bukan gimmick semata.
"Saya akan menyumbangkan $15.000 untuk streamer pertama yang membunuh boss Gobliterator di mode hardcore, tanpa armor, tanpa potion, tanpa glitch. Harus disiarkan agar kami bisa menonton VOD-nya; jangan curang." — Simon Collins-Laflamme
Bagi industri game, taktik semacam ini bukan hal baru. Kompetisi berhadiah besar kerap digunakan untuk membangun antisipasi dan mendorong keterlibatan komunitas. Namun, skala hadiah yang ditawarkan Hytale terbilang signifikan untuk sebuah game yang masih dalam tahap early access. Ini bisa menjadi sinyal bahwa Hypixel berambisi menjadikan Hytale sebagai pemain utama di pasar RPG aksi, bersaing dengan judul-judul mapan.
Di Indonesia, pasar game PC dan konsol terus tumbuh, dengan komunitas streamer yang aktif. Tantangan ini berpotensi menarik perhatian gamer Tanah Air, terutama mereka yang gemar konten tantangan ekstrem. Jika ada streamer Indonesia yang berhasil menaklukkan Gobliterator, dampaknya bisa besar: bukan hanya hadiah uang, tetapi juga lonjakan penonton dan pengikut. Namun, kendala utama adalah akses ke game itu sendiri—Hytale belum sepenuhnya tersedia untuk umum, dan harga serta ketersediaan regional masih menjadi pertanyaan.
Ke depan, apakah model sayembara seperti ini akan menjadi tren di kalangan pengembang game indie? Atau justru memicu kritik karena dianggap mengomersialkan prestasi in-game? Yang jelas, mata dunia akan tertuju pada 12 Oktober, ketika Chapter 1 dibuka dan para petualang mulai berburu Gobliterator. Siapa yang akan lebih dulu mengklaim hadiah, dan apakah aturan ketat itu cukup untuk mencegah kecurangan? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: Hytale telah berhasil membuat banyak orang penasaran.



