Remedy Luncurkan Control Resonant: Sekuel Berisiko dengan Pendekatan Baru
Baca dalam 60 detik
- Remedy Entertainment resmi merilis Control Resonant untuk PS5, melanjutkan kisah Control dengan protagonis baru Dylan Faden.
- Game beralih ke sistem pertarungan jarak dekat dan mendapat ulasan beragam, termasuk kritik atas repetisi dan dunia terbuka yang dinilai monoton.
- Kemitraan dengan Annapurna Pictures menandai strategi pendanaan baru, sementara edisi fisik dijadwalkan Oktober mendatang.

Remedy Entertainment secara resmi meluncurkan Control Resonant, sekuel langsung dari Control (2019), di PlayStation Store untuk PlayStation 5. Game ini menghadirkan protagonis baru, Dylan Faden, dan mengalihkan fokus pertempuran dari senjata api ke pertarungan jarak dekat. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam franchise yang sebelumnya dikenal dengan kombinasi kekuatan supernatural dan tembakan.
Dylan, adik dari Jesse Faden, muncul kembali setelah bertahun-tahun terkurung di Federal Bureau of Control (FBC). Kali ini, ia harus menyusuri Manhattan yang terdistorsi akibat krisis paranatural, mencari saudaranya yang menjabat sebagai Direktur FBC, sekaligus menghentikan kekuatan kacau seperti Hiss dan Mold. Perubahan protagonis ini menjadi salah satu aspek paling mencolok dari sekuel tersebut.
Dari sisi mekanik, Control Resonant memperkenalkan Aberrant, senjata berubah bentuk yang dapat menjelma menjadi palu dua tangan yang berat atau sepasang bilah ganda yang lincah. Pemain juga dapat memanfaatkan kemampuan supernatural Dylan dan lingkungan sekitar dalam pertempuran. Sistem progresi memungkinkan peningkatan kekuatan dan adaptasi terhadap berbagai situasi. Namun, pendekatan baru ini tidak sepenuhnya mulus.
Ulasan dari PlayStation LifeStyle memberikan nilai 7 dari 10. Mereka memuji desain seni dan beberapa momen cerita, tetapi mengkritik pertempuran yang repetitif dan dunia terbuka yang hambar. Penilaian ini menunjukkan bahwa meskipun ada inovasi, eksekusi masih menyisakan ruang perbaikan.
"Setelah bertahun-tahun dalam kurungan di tangan Federal Bureau of Control (FBC), Dylan Faden muncul ke Manhattan yang terdistorsi di puncak krisis paranatural," demikian deskripsi resmi game.
Selain aspek kreatif, Control Resonant juga menandai kerja sama strategis antara Remedy dan Annapurna Pictures, yang bertindak sebagai co-financier dan co-producer. Kemitraan ini bisa jadi model pendanaan baru bagi studio game independen yang ingin menggarap proyek ambisius tanpa sepenuhnya bergantung pada penerbit besar.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran Control Resonant di PlayStation Store menambah daftar game AAA yang dapat diakses langsung oleh pemain Tanah Air. Dengan harga sekitar Rp900 ribuan (kurs Rp15.000), game ini menyasar segmen hardcore gamer yang memiliki PS5. Namun, rating M (Mature) dan tema psikologis yang kompleks membuatnya kurang cocok untuk semua usia. Distribusi digital juga menghindari kendala logistik yang sering dihadapi edisi fisik di Indonesia.
Ke depan, kesuksesan Control Resonant akan bergantung pada penerimaan komunitas dan pembaruan pasca-rilis. Remedy memiliki rekam jejak dalam memperbaiki game melalui patch, seperti yang dilakukan pada Control awal. Jika respons pemain positif, franchise ini berpotensi memperluas semesta dengan spin-off atau adaptasi media lain. Pertanyaannya, apakah pendekatan melee dan protagonis baru ini cukup untuk memikat penggemar lama sekaligus menarik pendatang baru?



