Aston Villa Hadapi PSG di Piala Super: Emery Yakin Ambisi Tak Luntur Meski Skuad Terkuras
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa menantang PSG di UEFA Super Cup dengan skuad yang banyak berubah dan pemain kunci yang absen.
- Unai Emery menegaskan target klub tetap tinggi setelah musim lalu mengakhiri puasa gelar 30 tahun.
- Pertandingan ini menjadi ujian konsistensi Villa di kancah Eropa setelah sukses di Liga Europa.

Unai Emery membawa Aston Villa ke ambang sejarah baru: menantang Paris Saint-Germain pada UEFA Super Cup, Rabu (14/8) dini hari WIB. Laga di Salzburg ini bukan sekadar partai pembuka musim, melainkan pembuktian bahwa klub asal Birmingham itu layak diperhitungkan di panggung elite Eropa setelah mengakhiri paceklik gelar selama tiga dekade.
Villa lolos ke laga ini setelah menaklukkan Freiburg 3-0 di final Liga Europa, Mei lalu. Itu adalah trofi kelima Emery di kompetisi tersebut, sekaligus gelar besar pertama Villa sejak Piala Liga 1996. Sebelumnya, kejayaan terakhir mereka di Eropa terjadi pada 1982 saat menjuarai Piala Champions dan kemudian merebut Piala Super dengan mengalahkan Barcelona.
Namun, perjalanan menuju laga ini tidak mulus. Manajemen Villa melakukan perombakan besar di bursa transfer. Youri Tielemans hengkang ke Manchester United, Morgan Rogers dilepas ke Chelsea dengan rekor transfer Inggris, sementara Jadon Sancho, Douglas Luiz, dan Lucas Digne juga angkat kaki. Cedera Amadou Onana dan rekrutan anyar Johan Manzambi menambah daftar pemain yang absen. Belum lagi tiga pilar yang masih beristirahat setelah Piala Dunia: Ezri Konsa, Ollie Watkins, dan kiper Emiliano Martinez.
Emery tidak menampik kondisi tersebut. Dalam jumpa pers di Salzburg, ia mengakui banyak pemain yang tidak bisa diturunkan karena kelelahan. "Mereka butuh istirahat, itu sangat penting," ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa PSG menghadapi situasi serupa, sehingga kedua tim akan tampil dengan kekuatan yang ada.
Meski demikian, Emery menolak menurunkan target. "Kami ingin lebih. Kami tidak berhenti di sini," tegasnya. Ia menekankan bahwa klub terus berkembang, baik di dalam maupun luar lapangan. "Kami meningkatkan anggaran berkat hasil bagus dan penjualan pemain. Aston Villa kini punya merek yang lebih kuat," katanya. Ini adalah tanggung jawab besar, tetapi ia optimistis.
Bagi pengamat sepak bola, laga ini juga menjadi ujian bagi strategi Emery dalam meracik tim di tengah keterbatasan. Pelatih asal Spanyol itu dikenal sebagai spesialis kompetisi Eropa, tetapi rekor Piala Super-nya belum meyakinkan. Di sisi lain, PSG datang dengan status juara Liga Champions dan pelatih Luis Enrique yang haus gelar. Ini bisa menjadi duel taktik yang menarik.
Bagi publik Indonesia, pertandingan ini layak disimak karena beberapa pemain yang tampil memiliki penggemar setia di Tanah Air, seperti Emiliano Martinez yang terkenal saat membawa Argentina juara Piala Dunia. Meski tidak bermain, kehadirannya di bangku cadangan tetap menjadi daya tarik. Selain itu, gaya bermain Villa yang agresif bisa menjadi tontonan menarik bagi penggemar Premier League yang banyak di Indonesia.
Pertanyaan besarnya, akankah Villa mampu bersaing dengan tim sekelas PSG tanpa kekuatan penuh? Atau justru ini menjadi momentum bagi pemain muda untuk unjuk gigi? Emery percaya pada kapasitas skuadnya. "Kami akan mulai dengan pemain yang ada dan berharap hasil terbaik," ujarnya. Satu hal yang pasti, laga ini akan menjadi indikator sejauh mana proyek jangka panjang Villa berjalan.



