Setahun Setelah Dicoret dari EastEnders, Matthew James Morrison Mengaku Kehabisan Proyek Akting
Baca dalam 60 detik
- Aktor 34 tahun itu mengaku belum menerima tawaran akting baru setelah pentas tur terakhirnya berakhir.
- Karier panggungnya sempat berlanjut lewat dua produksi teater, namun kini ia menghadapi ketidakpastian karier.
- Kepergiannya dari sinetron BBC itu memicu pertanyaan tentang keberlanjutan karier aktor setelah keluar dari produksi besar.

Setahun setelah dicoret dari sinetron EastEnders, aktor Matthew James Morrison mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan akting baru. Pria berusia 34 tahun yang memerankan Felix Baker—karakter di balik tokoh drag queen pertama di sinetron BBC tersebut—kini berada di titik jenuh karier. Dalam sebuah podcast, ia mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya sejak meninggalkan EastEnders, ia tidak memiliki proyek yang menanti.
Morrison, yang memerankan Felix Baker selama tiga tahun hingga karakternya dihapus pada Juli 2025, sempat mendapatkan peran di dua produksi teater. Ia tampil dalam drama Blue/Orange di Greenwich Theatre dan kemudian terlibat dalam pertunjukan Glorious! yang baru saja menyelesaikan tur. Namun, setelah tur itu usai, tidak ada tawaran akting yang datang. "Ini pertama kalinya sejak meninggalkan EastEnders—saya menyelesaikan tur lebih dari seminggu yang lalu—dan saya tidak punya rencana apa pun," ujarnya dalam podcast Miss Leigh Ding Fortunes yang dipandu oleh drag queen Miss Leigh Ding.
Kondisi ini menggambarkan realitas pahit yang kerap dialami aktor setelah meninggalkan produksi besar. Morrison mengaku sempat berpikir mungkin akan ada tawaran, mungkin juga tidak. "Bagi banyak orang yang meninggalkan acara itu sejak saya mulai, sebagian dari mereka bekerja, sebagian tidak," katanya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan karier setelah keluar dari sinetron populer tidak selalu mulus, bahkan bagi mereka yang telah membangun nama.
Dalam refleksinya, Morrison mempertanyakan langkah selanjutnya: "Apakah saya harus berlatih aksen? Belajar menunggang kuda? Atau melakukan apa yang ibu saya minta selama 17 tahun, yaitu lulus tes mengemudi?" Ia juga mempertimbangkan untuk lebih banyak mendengarkan, berdiam diri, dan mulai menulis jurnal. Kebingungan ini wajar, mengingat ketidakpastian industri hiburan yang kompetitif.
Keputusan EastEnders untuk menuliskan karakter Felix keluar dari cerita disebut-sebut karena alasan kreatif. Pada Maret 2025, seorang sumber mengatakan kepada The Sun bahwa "bos merasa sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal pada Felix." Meski demikian, juru bicara BBC menyampaikan harapan terbaik untuk masa depan Morrison. Sebelumnya, pada 2022, Morrison menyatakan kebanggaannya memerankan Tara Misu, drag queen pertama di sinetron tersebut. "Saya diberkati memiliki kesempatan untuk melangkah ke sepatu hak Tara Misu yang garang sebagai bagian dari peran saya di EastEnders," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa peran itu adalah kehormatan untuk mewakili komunitas LGBTQIA+ dan menampilkan seni drag kepada pemirsa.
Fenomena ini sebenarnya tidak asing di industri hiburan global, termasuk di Indonesia. Banyak aktor yang setelah meninggalkan sinetron atau FTV populer justru kesulitan mendapatkan peran yang setara. Hal ini sering kali disebabkan oleh typecasting, di mana penonton dan produser kesulitan melepas citra aktor dari karakter ikoniknya. Di Indonesia, contohnya bisa dilihat pada aktor yang melejit lewat sinetron laga atau drama remaja, yang kemudian kesulitan mendapatkan peran di film layar lebar atau genre lain.
Namun, ada juga yang berhasil melakukan transisi karier, misalnya dengan beralih ke produksi digital, menjadi konten kreator, atau mengambil peran di panggung teater yang lebih menantang. Bagi Morrison, langkah selanjutnya mungkin bukan hanya soal mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mendefinisikan ulang identitas profesionalnya. Pertanyaannya, akankah ia mampu melepaskan bayang-bayang Felix Baker dan menemukan peran baru yang sama ikoniknya? Atau justru ia akan menjelma menjadi aktor serba bisa yang tidak terikat pada satu karakter? Waktu yang akan menjawab, tetapi perjalanan Morrison bisa menjadi pelajaran berharga bagi para aktor di mana pun, termasuk di industri hiburan Indonesia yang tengah berkembang pesat.



