Manchester United Rekrut Eva Olid: Harapan Baru di Tengah Transisi Tim Putri
Baca dalam 60 detik
- Eva Olid resmi menukangi Manchester United Women dengan kontrak tiga tahun plus opsi perpanjangan.
- Pelatih asal Spanyol itu datang setelah sukses membawa Hearts meraih gelar perdana di Liga Utama Skotlandia.
- Laga debutnya akan terjadi pada awal September, menandai era baru setelah kepergian Marc Skinner.

Manchester United resmi menunjuk Eva Olid sebagai pelatih kepala tim putri, dengan kontrak berdurasi hingga Juni 2028. Keputusan ini diumumkan klub pada Rabu (5/8), hanya dua hari setelah Marc Skinner hengkang secara mutual agreement, meninggalkan kursi kepelatihan yang sempat dipegangnya selama lima tahun. Langkah ini menjadi sinyal ambisi baru klub dalam membangun skuad yang lebih kompetitif di kompetisi Women's Super League (WSL).
Kedatangan Olid, yang berusia 40 tahun, tidak lepas dari rekam jejaknya yang impresif di Hearts. Selama hampir lima musim, ia berhasil membawa tim asal Edinburgh itu dari divisi kedua hingga meraih gelar juara Scottish Women's Premier League (SWPL) pada musim lalu. Prestasi tersebut tidak hanya mengukir sejarah bagi Hearts, tetapi juga mengantarnya meraih penghargaan SWPL Manager of the Season dan PFA Scotland SWPL Manager of the Year.
Dalam pernyataan resminya, Olid mengaku tidak menyangka akan mendapat kesempatan sebesar ini. "Menjadi pelatih kepala Manchester United Women adalah mimpi yang menjadi kenyataan," ujarnya. Ia juga menekankan keselarasan visi antara dirinya dan klub untuk meraih kesuksesan jangka panjang. "Saya bergabung di waktu yang tepat, dengan banyak talenta di skuad yang siap diasah," tambahnya.
Direktur sepak bola wanita United, Matt Johnson, menyambut positif penunjukan ini. Menurutnya, Olid adalah pelatih luar biasa dengan determinasi tinggi. "Pencapaiannya di Hearts menunjukkan kemampuannya memaksimalkan potensi pemain dan menerapkan gaya bermain yang atraktif," kata Johnson. Ia yakin Olid dapat membawa filosofi serupa ke Old Trafford.
United sendiri finis di peringkat keempat klasemen WSL musim lalu. Dengan kedatangan Olid, klub berharap dapat bersaing lebih ketat dengan tim-tim papan atas seperti Chelsea, Arsenal, dan Manchester City. Olid akan memulai laga kompetitif pertamanya melawan London City Lionesses pada 4 September, sebagai pembuka musim WSL 2025/2026.
Bagi pengamat sepak bola wanita di Indonesia, langkah Manchester United ini menarik untuk dicermati. Pasalnya, perkembangan liga putri di Eropa kerap menjadi barometer bagi kompetisi domestik di Asia Tenggara. Kehadiran pelatih dengan pendekatan modern seperti Olid diharapkan bisa menginspirasi klub-klub Indonesia untuk lebih serius menggarap tim putri, baik dari sisi pembinaan maupun profesionalisme manajemen.
Selain itu, keputusan United untuk merekrut pelatih asal Spanyol juga menunjukkan tren globalisasi dalam sepak bola wanita. Sebelumnya, banyak klub top Inggris lebih sering memilih pelatih lokal atau dari negara tetangga. Namun, dengan semakin kompetitifnya WSL, klub-klub kini berani melirik talenta dari luar negeri yang terbukti mampu membawa perubahan. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi federasi dan klub di Indonesia untuk lebih terbuka terhadap pelatih asing yang memiliki rekam jejak kuat.
Pertanyaan besarnya kini: apakah Olid mampu mengulang suksesnya di Hearts dengan skala yang lebih besar di Manchester United? Tekanan di klub sebesar United tentu jauh lebih tinggi, dengan ekspektasi suporter yang menginginkan trofi. Namun, dengan dukungan manajemen dan materi pemain yang ada, bukan tidak mungkin ia menjadi katalis kebangkitan tim putri Setan Merah.



