Barry Manilow Batalkan Konser Mendadak di Kentucky, Penggemar Menanti Kepastian Jadwal Baru
Baca dalam 60 detik
- Konser Barry Manilow di Rupp Arena, Lexington, batal beberapa saat sebelum panggung dimulai, dengan alasan 'keadaan tak terduga'.
- Pembatalan ini menambah daftar panjang penundaan tur sang legenda sejak diagnosis kanker paru-paru stadium awal pada Desember 2025.
- Manajemen venue memastikan tiket tetap berlaku untuk tanggal pengganti, namun jadwal baru belum diumumkan hingga kini.

Penampilan Barry Manilow yang dinanti-nantikan di Rupp Arena, Lexington, Kentucky, pada Selasa malam (4/8) batal total hanya beberapa saat sebelum sang legenda naik ke panggung. Lewat akun media sosialnya, pelantun "Copacabana" itu mengumumkan penundaan mendadak dengan alasan "keadaan yang tidak terduga", tanpa memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penyebab pastinya.
Kabar ini tentu mengecewakan ribuan penggemar yang telah memadati arena. Pihak Rupp Arena melalui juru bicaranya menyatakan bahwa konser yang sedianya digelar malam itu resmi ditunda. Seluruh tiket yang sudah dibeli akan tetap dihormati untuk tanggal pengganti yang akan diumumkan kemudian. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan kapan jadwal baru akan diumumkan, menyisakan tanda tanya besar bagi para penonton yang telah merencanakan kehadiran mereka.
Penundaan ini bukan yang pertama bagi Manilow. Sebelumnya, pada Februari lalu, ia membatalkan sejumlah konser di Las Vegas serta rangkaian awal tur arenanya, diikuti pembatalan konser April karena ia merasa "belum sepenuhnya siap" untuk kembali ke panggung. Kondisi kesehatan memang menjadi momok bagi penyanyi berusia 83 tahun ini sejak ia didiagnosis menderita kanker paru-paru stadium 1 pada Desember 2025. Penyakit itu terdeteksi melalui MRI setelah ia mengalami bronkitis berulang, dan ia menjalani lobektomi untuk mengangkat tumor ganas di paru-paru kirinya.
Meski telah dinyatakan bebas kanker tiga bulan setelah operasi, proses pemulihan Manilow ternyata berjalan lebih lambat dari perkiraan. Dalam wawancara dengan Los Angeles Times pada Mei lalu, ia mengaku tidak pernah membayangkan kanker akan menyerangnya. "Saya terlalu sibuk. Cukup bodoh," ujarnya. Ia juga menceritakan pengalaman pahit di ICU selama tujuh hari akibat komplikasi atrial fibrilasi, asam lambung, dan pneumonia yang menyusul operasi. "Saya selalu menjadi pemimpin—pemimpin band, pemimpin penonton—tetapi kali ini saya bukan pemimpinnya. Saya harus bergantung pada perawat, dokter, dan teman-teman," kenangnya.
Kabar pembatalan ini tentu menjadi perhatian bagi penggemar Manilow di Indonesia, yang selama ini mengikuti perjalanan karier dan kesehatannya. Meski tidak ada jadwal konser di Asia Tenggara, berita ini mengingatkan betapa rapuhnya kondisi fisik seorang entertainer senior. Bagi industri musik, penundaan mendadak seperti ini juga berdampak pada rantai ekonomi—dari tiket, akomodasi, hingga pendapatan venue. Manajemen Rupp Arena sendiri belum memberikan estimasi kerugian, tetapi biasanya pembatalan mendadak memicu klaim asuransi dan pengaturan ulang logistik yang rumit.
Manilow sendiri pernah mengungkapkan bahwa ia merasa "tersiksa" karena harus menunda kembali ke panggung lebih lama dari yang diharapkan. Pemulihan pascaoperasi yang berlarut-larut membuatnya harus ekstra hati-hati. "Mereka ingin segera mengangkatnya, jadi kami membuat kesepakatan: saya selesaikan beberapa minggu pertunjukan, lalu masuk rumah sakit," tuturnya. Komplikasi yang muncul setelah operasi membuatnya harus dirawat intensif, sebuah pengalaman yang mengubah cara pandangnya tentang hidup dan karier.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Manilow akan mampu melanjutkan sisa tur yang telah dijadwalkan, termasuk konser di Cincinnati yang hanya berselang sehari setelah pembatalan Lexington. Belum ada pernyataan resmi mengenai status konser tersebut. Jika pola penundaan sebelumnya berlanjut, bukan tidak mungkin jadwal tur akan dirombak total. Para penggemar setianya tentu berharap sang idola bisa segera pulih dan kembali menghibur, tetapi kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Satu hal yang pasti: setiap penampilan Manilow kini menjadi semakin berharga, mengingat usianya yang tak lagi muda dan perjuangannya melawan penyakit ganas.



