Pinterest Peringatkan Pertumbuhan Pendapatan Melambat di Tengah Ketatnya Persaingan Iklan Digital
Baca dalam 60 detik
- Pinterest memproyeksikan pertumbuhan pendapatan kuartal III hanya 13-15%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya, akibat tekanan dari kompetitor dan regulasi Eropa.
- Saham Pinterest anjlok 9% setelah pengumuman, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kemampuan platform bersaing dengan Meta, Google, dan Reddit.
- Akuisisi tvScientific dan ekspansi AI Performance+ menjadi strategi utama Pinterest untuk memperluas pangsa pasar iklan, namun analis menilai antusiasme pasar masih rendah.

Pinterest, platform berbagi gambar berbasis visual, mengisyaratkan pertumbuhan pendapatan kuartal ketiga akan melambat di tengah persaingan sengit di industri iklan digital. Proyeksi ini langsung direspons pasar dengan penurunan saham perusahaan hingga 9% dalam perdagangan setelah jam bursa, Selasa (5/8/2025).
Perusahaan yang berbasis di San Francisco itu memperkirakan pendapatan kuartal III berada di kisaran US$1,19 miliar hingga US$1,21 miliar, atau tumbuh 13-15% secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 18% yang berhasil diraih pada kuartal II, meski masih sedikit di atas estimasi rata-rata analis yang dihimpun LSEG sebesar US$1,20 miliar.
Perlambatan ini terjadi saat Pinterest berupaya memperkuat lini produk iklan berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui suite Performance+. Alat ini dirancang untuk membantu pengiklan mengoptimalkan dan menskalakan kampanye dengan intervensi manual yang lebih sedikit. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup untuk meredam tekanan kompetitif dari raksasa teknologi seperti Meta dengan Instagram-nya, Google yang baru saja merombak Google Images dengan fitur personalisasi AI, serta Reddit yang meluncurkan produk serupa. Bahkan OpenAI, yang selama ini fokus pada AI generatif, mulai menjadikan iklan sebagai prioritas bisnis.
Selain persaingan, Pinterest juga menghadapi tekanan dari kebijakan regulasi di Eropa yang berdampak pada pedagang lintas batas berbasis di Asia. CFO Julia Donnelly mengungkapkan dalam konferensi pers usai rilis laporan keuangan bahwa tekanan tersebut mulai terasa pada pertengahan kuartal II dan diprediksi berlanjut hingga kuartal III. "Kami menghadapi tekanan tambahan dari pedagang ritel lintas batas yang terkena dampak tindakan regulasi, terutama di Eropa," ujarnya.
Meski demikian, kinerja kuartal II Pinterest masih melampaui ekspektasi. Pendapatan mencapai US$1,18 miliar, lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar US$1,15 miliar. Jumlah pengguna aktif bulanan global naik 11% menjadi 640 juta, sementara pendapatan rata-rata per pengguna meningkat 7% menjadi US$1,86. Pertumbuhan pengguna yang solid ini menjadi modal berharga bagi Pinterest untuk menarik minat pengiklan.
Analis Emarketer, Marisa Jones, menilai bahwa alat AI Pinterest memang menunjukkan potensi awal, tetapi belum mampu membangkitkan antusiasme sebesar penawaran kompetitor. "Alat AI-nya menunjukkan harapan awal, tetapi belum menghasilkan tingkat antusiasme yang sama seperti penawaran pesaing," katanya. Pernyataan ini menggarisbawahi tantangan besar bagi Pinterest untuk membedakan diri di pasar yang semakin ramai.
Untuk memperluas jangkauan pengiklan, Pinterest telah menyelesaikan akuisisi tvScientific pada awal tahun ini. Langkah ini memungkinkan pengiklan menjangkau audiens tidak hanya di media sosial, tetapi juga di televisi terhubung (connected TV). Dengan demikian, Pinterest berharap dapat menarik porsi anggaran iklan yang lebih besar dari pengiklan yang selama ini mengandalkan platform lain.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat pasar iklan digital Tanah Air yang terus bertumbuh. Persaingan ketat antara platform global seperti Pinterest, Meta, dan Google akan memengaruhi harga iklan dan pilihan platform bagi pengiklan lokal. Pinterest, dengan basis pengguna yang besar di Asia Tenggara, berpotensi menjadi alternatif menarik, terutama bagi brand yang fokus pada konten visual dan gaya hidup. Namun, efektivitas alat AI-nya masih perlu dibuktikan di pasar yang sangat kompetitif seperti Indonesia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Pinterest mampu mempertahankan pertumbuhan pengguna sekaligus meningkatkan monetisasi di tengah gempuran kompetitor. Dengan akuisisi tvScientific dan terus disempurnakannya Performance+, perusahaan tampaknya berusaha keras untuk tidak tertinggal. Namun, jika tekanan regulasi dan persaingan terus berlanjut, target pertumbuhan 13-15% pada kuartal III bisa menjadi ujian awal bagi strategi jangka panjang Pinterest.



