Oligo Security Kantongi Pendanaan US$60 Juta, Targetkan Perluasan Pasar Keamanan Runtime
Baca dalam 60 detik
- Oligo Security, perusahaan keamanan runtime asal Israel, mengumumkan perolehan pendanaan Seri B senilai US$60 juta yang dipimpin oleh Greenoaks Capital.
- Dana segar ini akan digunakan untuk memperluas jangkauan pasar global, termasuk Asia Tenggara, serta mengembangkan teknologi deteksi ancaman berbasis eBPF.
- Langkah ini menegaskan tren meningkatnya investasi pada keamanan aplikasi modern, seiring dengan melonjaknya serangan siber yang menargetkan celah runtime.

Oligo Security, perusahaan rintisan yang berfokus pada keamanan runtime untuk aplikasi cloud-native, berhasil mengamankan pendanaan Seri B senilai US$60 juta. Putaran investasi ini dipimpin oleh Greenoaks Capital, dengan partisipasi dari investor sebelumnya seperti Lightspeed Venture Partners dan Ballistic Ventures. Pendanaan ini menjadi sinyal kuat bahwa investor global semakin serius menangani celah keamanan yang muncul pada tahap runtime, fase ketika aplikasi sudah berjalan dan sering kali luput dari pengawasan.
Bagi industri teknologi, pengumuman ini datang di tengah meningkatnya frekuensi serangan siber yang menyasar lapisan runtime. Berbeda dengan keamanan tradisional yang berfokus pada kode sumber atau infrastruktur, pendekatan Oligo menawarkan deteksi ancaman secara real-time dengan memanfaatkan teknologi eBPF (extended Berkeley Packet Filter) yang tertanam dalam kernel Linux. Dengan cara ini, perusahaan mampu mengidentifikasi perilaku mencurigakan tanpa memperlambat kinerja aplikasiโsebuah nilai jual yang semakin dicari oleh perusahaan besar yang mengandalkan arsitektur mikroservis.
Menurut analis keamanan siber, pendanaan ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor pada Oligo, tetapi juga pada segmen pasar yang lebih luas: keamanan runtime yang sebelumnya dianggap sebagai ceruk kini menjadi prioritas utama. Riset industri menunjukkan bahwa lebih dari 70% serangan pada lingkungan cloud terjadi pada tahap runtime, menjadikan deteksi dini sebagai kebutuhan mendesak. Dengan dana segar ini, Oligo berencana mempercepat pengembangan produk, merekrut talenta teknik, dan yang terpenting, memperluas operasi penjualan ke kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki relevansi yang signifikan. Ekosistem startup dan perusahaan teknologi di Tanah Air semakin banyak yang mengadopsi arsitektur cloud-native, namun kesadaran akan keamanan runtime masih tertinggal. Banyak perusahaan masih mengandalkan solusi keamanan perimeter yang tidak dirancang untuk lingkungan dinamis seperti Kubernetes. Kehadiran pemain global seperti Oligo yang masuk ke pasar regional dapat menjadi katalis untuk meningkatkan standar keamanan siber di Indonesia, terutama di sektor finansial dan pemerintahan yang tengah mempercepat transformasi digital.
Namun, tantangan tetap ada. Adopsi teknologi eBPF membutuhkan keahlian teknis yang tidak selalu tersedia di pasar lokal. Selain itu, regulasi perlindungan data yang semakin ketat, seperti UU PDP, menuntut perusahaan untuk tidak hanya mendeteksi ancaman, tetapi juga memastikan kepatuhan. Pertanyaannya, apakah investor dan vendor asing akan beradaptasi dengan kebutuhan lokal, atau justru menciptakan ketergantungan baru? Ke depan, kolaborasi antara penyedia solusi global dengan perusahaan keamanan lokal akan menjadi kunci untuk membangun ekosistem siber yang tangguh di Indonesia.
Dengan suntikan dana yang signifikan ini, Oligo Security berada pada posisi yang kuat untuk menjadi pemain kunci dalam keamanan runtime global. Namun, keberhasilan jangka panjangnya akan ditentukan oleh kemampuannya untuk berinovasi di tengah persaingan yang semakin ketat, serta membangun kepercayaan di pasar yang masih berkembang seperti Indonesia. Apakah langkah ini akan memicu gelombang investasi serupa di kawasan ini? Waktu yang akan menjawab, tetapi arahnya sudah jelas: keamanan runtime bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.



