Como Genjot Skuad Usai Lolos Liga Champions: Chalobah dan Couto Segera Jalani Tes Medis
Baca dalam 60 detik
- Como 1907 mempercepat perombakan tim dengan mendatangkan Trevoh Chalobah dari Chelsea senilai โฌ30 juta plus bonus, serta Yan Couto dari Dortmund dengan skema pinjaman.
- Langkah ini merupakan bagian dari ambisi besar klub promosi Serie B yang baru saja memastikan tiket ke Liga Champions, di bawah arahan Cesc Fabregas.
- Kedatangan dua pemain berkualitas ini diprediksi akan meningkatkan daya saing Como di kompetisi Eropa, sekaligus menjadi sinyal bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, tentang pentingnya investasi strategis.

Klub promosi Serie B, Como 1907, tengah menunjukkan ambisi besarnya di bursa transfer musim panas ini. Setelah memastikan tiket ke Liga Champions hanya dua tahun sejak promosi, klub asal Lombardy itu bergerak cepat dengan mendatangkan dua pemain berkualitas: bek Chelsea Trevoh Chalobah dan bek kanan Borussia Dortmund, Yan Couto. Keduanya dijadwalkan menjalani tes medis pada Rabu (10/7) waktu setempat, menandai langkah konkret dalam memperkuat skuad asuhan Cesc Fabregas.
Kesepakatan dengan Chelsea untuk Chalobah telah mencapai tahap akhir setelah melalui negosiasi yang panjang. Menurut laporan Sky Sport Italia, biaya transfer disepakati sebesar โฌ30 juta dengan tambahan bonus โฌ3 juta, plus klausul pembagian keuntungan dari penjualan di masa depan. Bek asal Inggris berusia 25 tahun itu dijadwalkan terbang ke Italia untuk menjalani pemeriksaan medis, sebuah sinyal bahwa Como serius dalam membangun pertahanan yang kokoh untuk menghadapi kompetisi Eropa.
Sementara itu, untuk posisi bek kanan, Como dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Borussia Dortmund untuk mendatangkan Yan Couto. Pemain asal Brasil yang baru berusia 24 tahun ini akan datang dengan status pinjaman senilai โฌ2 juta, dengan opsi pembelian permanen di akhir musim sebesar โฌ20 juta. Couto, yang sebelumnya memperkuat Manchester City sebelum pindah ke Dortmund pada 2024 dengan biaya โฌ25 juta, diharapkan memberikan dimensi baru dalam serangan dari sisi kanan.
Langkah agresif Como ini tidak lepas dari ambisi besar mereka untuk tampil kompetitif di Liga Champions. Dengan hanya dua tahun berlalu sejak promosi dari Serie B, pencapaian ini merupakan lompatan luar biasa. Manajemen klub, yang didukung oleh pemilik asal Indonesia, grup Djarum, tampaknya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Mereka berinvestasi besar-besaran untuk memastikan skuad yang mumpuni, tidak hanya untuk bertahan di Serie A, tetapi juga untuk bersaing di pentas Eropa.
Fenomena Como ini menarik untuk dicermati, terutama bagi sepak bola Indonesia. Keberhasilan klub dengan pemilik Indonesia menembus Liga Champions menunjukkan bahwa investasi yang terstruktur dan manajemen yang profesional dapat membawa hasil signifikan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub di Indonesia yang sedang berbenah, baik dari sisi manajemen maupun kualitas pemain. Langkah Como juga membuktikan bahwa promosi bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
Kehadiran Chalobah dan Couto diharapkan dapat memberikan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda. Chalobah, yang pernah menjadi bagian dari skuad Chelsea yang menjuarai Liga Champions, membawa pengalaman berharga di level tertinggi. Sementara Couto, dengan kecepatan dan kemampuan menyerangnya, akan menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Fabregas, yang dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan penguasaan bola, tentu akan memanfaatkan kemampuan kedua pemain ini untuk memperkuat skema permainannya.
Di sisi lain, langkah Como ini juga menjadi sinyal bagi klub-klub besar Eropa bahwa mereka tidak bisa lagi memandang remeh tim-tim promosi. Dengan strategi transfer yang cerdas dan dukungan finansial yang kuat, Como siap menjadi kekuatan baru di kancah Eropa. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan performa ini dalam jangka panjang? Atau akankah mereka menjadi contoh lain dari klub yang gagal mengelola ekspektasi setelah sukses besar? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti: Como telah mencuri perhatian dunia sepak bola.



