Everton Incar Pavel Šulc, Gelandang Serang Berlabel Pemain Terbaik Ceko 2025
Baca dalam 60 detik
- Klub Premier League Everton dikabarkan telah melakukan pendekatan awal untuk merekrut gelandang serang asal Ceko, Pavel Šulc, yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Ceko 2025.
- Šulc tampil impresif bersama Lyon dengan torehan 11 gol dan 3 assist di Ligue 1 musim lalu, meski hanya menjadi starter dalam 17 pertandingan.
- Persaingan ketat diprediksi terjadi karena Leeds United juga dikabarkan tertarik, namun belum ada tawaran resmi yang diajukan kedua klub Inggris tersebut.

Everton dikabarkan telah mengirim sinyal ketertarikan kepada Pavel Šulc, gelandang serang asal Ceko yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Ceko 2025. Langkah ini menjadi bagian dari upaya The Toffees untuk menambah daya gedor di lini depan, menyusul catatan gol mereka yang minim di Premier League musim lalu.
Menurut laporan media Prancis, But! Football Club, Everton telah melakukan penjajakan awal terhadap situasi Šulc. Namun, laporan tersebut juga menegaskan bahwa belum ada tawaran resmi yang diajukan, baik dari Everton maupun Leeds United yang juga dikabarkan tertarik. Ketertarikan ini masih sebatas pemantauan awal, bukan indikasi bahwa transfer akan segera terjadi.
Šulc, yang kini berusia 25 tahun, bergabung dengan Lyon dari Viktoria Plzen pada Agustus tahun lalu dengan nilai transfer dilaporkan sekitar £6,5 juta. Kontraknya di Lyon berlaku hingga 2029, memberikan posisi tawar yang kuat bagi klub Prancis tersebut. Nilai pasar Šulc diperkirakan mencapai £17 juta, meskipun ada klaim bahwa Lyon bisa meminta lebih dari angka tersebut.
Musim debut Šulc di Ligue 1 terbilang mengesankan. Ia mencetak 11 gol dan memberikan 3 assist dalam 27 penampilan, meski hanya menjadi starter dalam 17 pertandingan dan total bermain 1.565 menit. Sebelum pindah ke Prancis, Šulc telah membuktikan ketajamannya dengan mencetak 33 gol dalam dua musim terakhirnya bersama Viktoria Plzen di liga Ceko.
Bagi Everton, kebutuhan akan pemain dengan profil Šulc sangat jelas. Musim lalu, tim asuhan David Moyes hanya mencetak 47 gol di Premier League, dengan hanya dua klub yang selamat dari degradasi yang mencetak lebih sedikit. Mereka juga hanya menciptakan 53 peluang emas, menjadikan mereka salah satu tim paling tumpul di liga. Kepergian Jack Grealish yang kembali ke Manchester City setelah masa pinjaman menambah ketidakpastian di lini serang, sementara Iliman Ndiaye, pemain paling kreatif mereka, tengah diincar Al-Hilal dengan tawaran besar.
Šulc bukanlah pemain sayap konvensional atau gelandang bertahan. Ia justru bermain paling baik di dekat kotak penalti, dengan kemampuan membaca celah dan melakukan pergerakan cerdas. Gaya bermainnya ini bisa menjadi solusi bagi Everton yang membutuhkan lebih banyak ancaman di area berbahaya. Namun, ada catatan penting: Šulc baru saja pulih dari peradangan lutut yang membuatnya absen pada laga kualifikasi Eropa Lyon melawan Sparta Praha. Pelatih Lyon, Paulo Fonseca, telah mengonfirmasi masalah kebugaran tersebut, dan Everton tentu harus memastikan kondisi fisiknya sebelum melangkah lebih jauh.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ketertarikan Everton pada Šulc menunjukkan tren klub-klub Premier League yang mulai melirik pemain-pemain dari liga sekunder Eropa seperti Liga Ceko. Ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola Indonesia, di mana pemain-pemain lokal diharapkan mampu menembus liga-liga top Eropa melalui jalur yang tidak selalu linear. Keberhasilan Šulc yang sempat dipinjamkan ke berbagai klub sebelum akhirnya bersinar di Plzen dan Lyon menjadi contoh bahwa kesabaran dan pengembangan bertahap bisa membuahkan hasil.
Ke depannya, pertanyaan besarnya adalah apakah Everton akan mengubah ketertarikan menjadi tawaran konkret, dan apakah Lyon bersedia melepas pemain kuncinya di tengah musim. Dengan Leeds United juga mengintai, persaingan untuk mendapatkan tanda tangan Šulc bisa semakin memanas. Satu hal yang pasti: Everton membutuhkan pemain seperti Šulc untuk mengatasi krisis gol mereka, dan langkah berikutnya akan menentukan apakah The Toffees serius atau hanya sekadar coba-coba.



