Cedera Mooney Warnai Kemenangan Besar Australia atas Belanda di Piala Dunia T20
Baca dalam 60 detik
- Beth Mooney memukul 74 dari 42 bola sebelum mundur karena cedera punggung saat Australia mencetak 219-6, menyamai rekor total tertinggi Piala Dunia T20 Wanita.
- Tanpa Mooney dan penjaga wicket cadangan Litchfield, Georgia Voll yang baru berusia 22 tahun mengambil alih tugas menjaga gawang dan langsung berkontribusi dengan sebuah tangkapan.
- Kekhawatiran akan kebugaran Mooney menjadi sorotan jelang fase knockout, sementara Bangladesh mengeliminasi Pakistan di pertandingan lain.

Australia mempertahankan rekor sempurna mereka di Piala Dunia T20 Wanita setelah membantai Belanda dengan selisih 98 run di Southampton, namun kemenangan itu diwarnai cedera yang dialami bintang mereka, Beth Mooney. Pemukul pembuka itu mencetak 74 dari 42 bola sebelum meninggalkan lapangan karena kaku pada punggung, menimbulkan tanda tanya besar menjelang babak gugur turnamen.
Mooney, yang selama ini menjadi andalan di belakang gawang, tidak kembali bertugas sebagai penjaga wicket. Situasi semakin runyam karena penjaga wicket cadangan Phoebe Litchfield juga absen akibat cedera paha. Alhasil, Georgia Voll yang berusia 22 tahun harus mengambil alih tugas menjaga gawang untuk pertama kalinya di turnamen ini. Voll langsung menunjukkan taringnya dengan bergerak cepat dari first slip untuk menangkap Phebe Molkenboer pada over kedua, membantu Kim Garth yang sukses memukul dua kali dalam powerplay dan membatasi Belanda hanya 27-2 setelah enam over.
Sebelum cedera, Mooney bersama Voll membuka innings dengan agresif, membawa Australia mencapai 50 dalam lima over. Namun, Iris Zwilling dan Heather Siegers memukul berturut-turut untuk menyingkirkan Voll dan Ellyse Perry sebelum akhir powerplay. Mooney kemudian bergabung dengan Ash Gardner, yang baru pulih dari cedera pergelangan kaki, untuk membangun kemitraan 101 run dari 55 bola untuk wicket ketiga. Gardner menyumbang 58 dari 32 bola sebelum akhirnya tertangkap oleh Sterre Kalis. Setelah kepergian Mooney dan Gardner, Georgia Wareham melontarkan 41 run dari 18 bola dengan delapan four, mendorong Australia melewati angka 200 dan menyamai rekor total tertinggi di Piala Dunia T20 Wanita yang sebelumnya dipegang Inggris saat melawan Sri Lanka.
Di sisi lain, Belanda yang tampil tanpa tekanan berhasil menunjukkan perlawanan lewat kapten Babette de Leede yang mencetak setengah abad tak terkalahkan dalam penampilan T20I ke-100. Bersama Sterre Kalis (44 dari 43), mereka membangun kemitraan 96 run, namun total 219-6 Australia terbukti terlalu berat. Pelatih Belanda mungkin bisa menarik pelajaran positif dari performa ini, namun kekalahan tetap membuat mereka tersingkir dari turnamen.
Pertandingan lain di hari yang sama menyaksikan Bangladesh mengeliminasi Pakistan dengan kemenangan 23 run. Bangladesh hanya mampu mencetak 123-6 setelah sempat terpuruk di 92-6, namun diselamatkan oleh Shorna Akter yang tak terkalahkan 39 dari 22 bola. Pakistan memulai dengan baik melalui kemitraan 49 run untuk wicket pertama, tetapi kemudian runtuh dengan kehilangan delapan wicket hanya untuk 31 run, dibatasi oleh spinner Nahida Akter dan Sanjida Akther Maghla yang masing-masing mengambil tiga wicket. Kapten Pakistan Fatima Sana, yang baru saja menjadi pemain Pakistan pertama yang menandatangani kontrak The Hundred, menjadi bowler terbaik dengan 2-18 namun hanya mencetak 10 run dengan bat.
Bagi penggemar kriket Indonesia, dominasi Australia dan ketidakpastian cedera Mooney menjadi pengingat betapa kompetitifnya kriket wanita di level tertinggi. Meski Indonesia belum berpartisipasi di Piala Dunia T20, perkembangan kriket wanita di Asia Tenggara patut dicermati. Cedera Mooney juga membuka peluang bagi pemain pelapis seperti Georgia Voll untuk unjuk gigi, sebuah dinamika yang bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan skuad di negara-negara berkembang.
Dengan fase grup yang hampir selesai, Australia dipastikan lolos ke semifinal, namun kondisi Mooney akan menjadi faktor penentu. Apakah Australia mampu mempertahankan performa tanpa pemain kunci mereka? Atau justru cedera ini akan menjadi celah yang dimanfaatkan lawan? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa hari ke depan.



