Housemarque Targetkan Kesuksesan ala FromSoftware: Dari Returnal ke Saros
Baca dalam 60 detik
- Housemarque, pengembang Returnal dan Saros, berambisi mengikuti jejak FromSoftware dalam membangun basis penggemar dari game niche.
- Studio asal Finlandia ini telah melipatgandakan jumlah karyawan dari 40 menjadi 120 dalam sembilan tahun terakhir.
- Mereka berencana terus mempertahankan identitas roguelike sambil memperluas pasar secara bertahap.

Housemarque, studio di balik kesuksesan kritis Returnal dan Saros, kini membidik panggung yang lebih besar: meniru strategi FromSoftware dalam mentransformasi game niche menjadi fenomena global. Ambisi itu diungkapkan langsung oleh Brand Director Mikael Haveri dalam wawancara dengan The Game Business, menandai langkah berani pengembang asal Finlandia tersebut di industri yang kian kompetitif.
Haveri membandingkan perjalanan Housemarque dengan FromSoftware—dari King’s Field hingga Elden Ring—yang berhasil membangun basis penggemar setia selama puluhan tahun. “Kami baru memiliki dua game unik: Returnal dan Saros. Kami tidak menganggap diri kami sudah berada di level itu, tetapi kami akan terus mempertahankan inti kami, mendidik pasar bahwa ini adalah game paling keren yang bisa Anda mainkan,” ujarnya. Targetnya jelas: meraih kesuksesan komersial tanpa mengorbankan identitas roguelike yang menantang.
Dalam sembilan tahun terakhir, Housemarque telah melipatgandakan jumlah karyawan dari 40 menjadi 120 orang. Ekspansi ini mencerminkan kepercayaan diri studio setelah Returnal (2021) menuai pujian kritis berkat gameplay adiktif dan visual memukau. Saros, yang diumumkan tahun lalu, diharapkan menjadi langkah berikutnya dalam memperluas pangsa pasar. Namun, Haveri menekankan bahwa pertumbuhan harus bertahap—seperti FromSoftware yang butuh waktu lama untuk mencapai puncak.
Bagi industri game Indonesia, strategi Housemarque menawarkan pelajaran berharga. Pengembang lokal seringkali tergoda mengejar tren pasar massal, padahal membangun basis penggemar setia melalui game niche—seperti Returnal yang mengombinasikan aksi cepat dengan elemen roguelike—bisa menjadi jalan alternatif. “Kami akan terus mendidik pasar bahwa game kami adalah yang paling keren. Itu tujuan kami,” tegas Haveri, mengisyaratkan bahwa kesabaran dan konsistensi adalah kunci.
Pendekatan ini juga relevan dengan ekosistem game global yang mulai jenuh dengan judul AAA seragam. Housemarque membuktikan bahwa game dengan tingkat kesulitan tinggi dan mekanisme unik tetap bisa menarik perhatian, asalkan dikemas dengan kualitas produksi yang mumpuni. Returnal sendiri berhasil meraih skor 86 di Metacritic dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Best Action Game di The Game Awards 2021.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Saros mampu mengulang—atau bahkan melampaui—kesuksesan pendahulunya. Dengan tim yang lebih besar dan ambisi yang jelas, Housemarque berada di jalur yang tepat. Namun, seperti diingatkan Haveri, perjalanan masih panjang. “Kami akan sampai di sana selangkah demi selangkah.”



