Sea of Thieves Dikabarkan Siap Berlayar ke Nintendo Switch 2
Baca dalam 60 detik
- Game bajak laut populer Sea of Thieves dari Rare dikabarkan akan hadir di konsol generasi berikutnya milik Nintendo, Switch 2.
- Informasi ini disampaikan oleh pembocor industri Nash Weedle, yang menyebut versi Switch 2 seharusnya sudah dirilis namun mengalami penundaan.
- Kedatangan Sea of Thieves di Switch 2 berpotensi memperluas basis pemain dan menjadi sinyal positif bagi Rare di tengah persaingan platform.

Rumor terbaru menyebutkan bahwa Sea of Thieves, game petualangan bajak laut multipemain garapan Rare, tengah dipersiapkan untuk merapat ke konsol anyar Nintendo, Switch 2. Informasi ini pertama kali diungkap oleh Nash Weedle, seorang insider yang cukup dikenal di kalangan pengamat industri gim. Melalui cuitannya pada pertengahan Juni 2026, ia mengklaim bahwa versi Switch 2 dari game tersebut sebenarnya sudah dijadwalkan rilis lebih awal, namun tertunda karena alasan yang belum dijelaskan secara gamblang.
Sea of Thieves pertama kali meluncur pada Maret 2018 untuk Xbox One dan PC, kemudian merambah PlayStation 5 pada April 2024. Ekspansi ke platform lain merupakan bagian dari strategi Microsoft untuk memperluas jangkauan gim-gim first-party mereka di luar ekosistem Xbox. Jika rumor ini benar, Switch 2 akan menjadi platform ketiga yang disinggahi game tersebut setelah Xbox dan PlayStation.
Menurut Weedle, penundaan mungkin terkait dengan rencana Rare untuk menyelaraskan perilisan dengan pembaruan besar yang menambahkan fitur editor. Ia menilai bahwa kehadiran Sea of Thieves di Switch 2 akan menjadi langkah yang sangat positif bagi Rare, terutama dalam memperkuat posisi mereka di pasar gim konsol yang semakin kompetitif. Meski belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft atau Nintendo, spekulasi ini telah memicu diskusi hangat di kalangan komunitas gim.
Bagi pasar Indonesia, kabar ini menarik karena basis pemain Nintendo cukup besar di Tanah Air. Kehadiran Sea of Thieves di Switch 2 bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar game petualangan dan multipemain. Namun, perlu diingat bahwa akses ke layanan online Nintendo Switch di Indonesia masih memiliki tantangan tersendiri, seperti koneksi internet dan kebijakan regional. Jika Rare dan Microsoft mampu mengatasi kendala tersebut, bukan tidak mungkin game ini akan sukses di pasar Indonesia.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Microsoft akan konsisten dengan strategi multiplatform mereka? Dengan semakin banyaknya gim Xbox yang merambah PlayStation dan Nintendo, langkah ini bisa menjadi preseden bagi judul-judul lain seperti Halo atau Forza. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Microsoft dan Rare. Yang jelas, para bajak laut virtual di Indonesia patut menantikan pengumuman resmi dari kedua perusahaan.



