Remaja 17 Tahun Klugman Raih Kemenangan Perdana di Tur WTA
Baca dalam 60 detik
- Hannah Klugman, petenis remaja Inggris berusia 17 tahun, mencatat kemenangan pertamanya di Tur WTA setelah mengalahkan Harriet Dart di Nottingham Open.
- Klugman masuk sebagai lucky loser setelah Katie Boulter mundur, dan kini bersiap menghadapi unggulan keempat Marie Bouzkova di babak kedua.
- Petenis muda ini juga telah mendapatkan wildcard untuk tampil di Wimbledon, menandai transisinya dari junior ke level senior.

Hannah Klugman, petenis remaja Inggris yang baru berusia 17 tahun, berhasil meraih kemenangan perdananya di Tur WTA setelah mengalahkan rekan senegaranya, Harriet Dart, di babak pertama Nottingham Open, Selasa (10/6).
Klugman yang menempati peringkat 509 dunia awalnya gagal di babak kualifikasi, namun mendapat kesempatan kedua sebagai lucky loser setelah Katie Boulter mengundurkan diri. Ia memanfaatkan peluang itu dengan kemenangan meyakinkan 6-2, 6-4 atas Dart yang berada di peringkat 152.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Klugman yang tengah bertransisi dari junior ke level senior. Ia juga telah mendapatkan wildcard untuk tampil di Wimbledon tahun ini, turnamen Grand Slam yang akan menjadi ujian sesungguhnya bagi bakat mudanya.
"Saya di rumah pagi ini setelah kalah pada hari Minggu. Semua orang bilang saya harus berkendara jam 5 pagi, jadi ini hari yang panjang," ujar Klugman. "Karena saya kalah di kualifikasi, saya harus mengambil kesempatan ini, saya harus memberikan segalanya. Saya tidak ingin bermain dengan rasa takut atau penyesalan. Saya sangat bangga bisa meraih kemenangan pertama hari ini."
Performa servis Klugman menjadi sorotan. Ia mencatatkan enam ace tanpa satu pun double fault, serta memenangkan 77% poin dari servis pertama. Ketika tertinggal 4-2 di set kedua, ia bangkit dengan memenangkan empat game beruntun untuk mengamankan kemenangan.
Klugman pertama kali mencuri perhatian saat memenangkan Kejuaraan Junior Orange Bowl di Florida pada usia 13 tahun. Turnamen bergengsi itu sebelumnya pernah dimenangkan oleh Coco Gauff (peringkat 7 dunia) dan legenda Chris Evert yang mengoleksi 18 gelar Grand Slam. Pada 2025, ia menjadi petenis Inggris pertama dalam hampir 50 tahun yang mencapai final junior Prancis Terbuka, meski kalah straight set dari Lili Tagger.
Di level junior, Klugman juga tampil di dua final ganda Grand Slam: Wimbledon 2023 dan Australia Terbuka 2025. Debutnya di Tur WTA terjadi tahun lalu di Nottingham, disusul penampilan perdananya di Wimbledon beberapa pekan kemudian, namun ia kalah di kedua pertandingan tersebut.
Bagi penggemar tenis Indonesia, perjalanan Klugman bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air yang bercita-cita menembus level internasional. Transisi dari junior ke senior seringkali menjadi tantangan terbesar, dan Klugman menunjukkan bahwa kerja keras serta ketekunan dapat membuahkan hasil.
Di babak kedua, Klugman akan menghadapi unggulan keempat Marie Bouzkova. Sementara itu, petenis Inggris lainnya, Alicia Dudeney, yang juga mendapat wildcard Wimbledon, harus mengakui keunggulan Dayana Yastremska dari Ukraina dengan skor 6-4, 7-6 (7-2).
Dengan bakat dan mentalitas yang dimilikinya, Klugman berpeluang menjadi bintang baru tenis Inggris. Akankah ia mampu menembus persaingan ketat di level senior dan mengikuti jejak para pendahulunya?



