Wall Street dan Eropa Melonjak: Aksi Borong Saham Teknologi dan Isyarat Damai AS-Iran Dongkrak Pasar Global
Baca dalam 60 detik
- Indeks S&P 500, NASDAQ, dan Dow Jones kompak menguat lebih dari 1,7% setelah AS membatalkan serangan balasan ke Iran dan memberi sinyal kesepakatan damai.
- Sentimen positif menjalar ke Asia-Pasifik: Nikkei 225 melesat 3,59%, Hang Seng naik 2,03%, dan ASX 200 bertambah 1,95%, didorong oleh reli saham AI dan teknologi.
- SpaceX yang akan melantai di bursa dengan rekor IPO menjadi katalis tambahan, sementara investor mulai beralih ke aset berisiko seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Pasar saham global mencatat reli signifikan pada akhir pekan ini, dipicu oleh gelombang aksi beli saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) serta sinyal meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks utama Wall Street ditutup hijau, dengan S&P 500 naik 1,75%, NASDAQ melonjak 2,54%, dan Dow Jones bertambah 1,86%, menurut catatan First National Bank (FNB) yang dirilis Jumat. Momentum ini terjadi setelah Presiden AS membatalkan rencana serangan militer lanjutan ke Iran dan mengindikasikan bahwa kesepakatan damai bisa tercapai dalam waktu dekat.
Reli saham teknologi menjadi motor utama penguatan, diperkuat oleh ekspektasi pasar terhadap debut perdana SpaceX yang disebut-sebut akan menjadi initial public offering (IPO) terbesar dalam sejarah. Investor yang sebelumnya cenderung menghindari risiko mulai kembali masuk ke pasar, seiring dengan meredanya kekhawatiran akan konflik berskala penuh di Timur Tengah. Harga minyak mentah yang turut melemah turut meredakan tekanan inflasi global.
Gelombang positif ini dengan cepat menjalar ke bursa Asia-Pasifik. Nikkei 225 Jepang melesat 3,59%, Hang Seng Hong Kong naik 2,03%, dan ASX 200 Australia bertambah 1,95%. Pasar Tiongkok juga ikut terkerek, dengan sektor semikonduktor dan logam mulia memimpin penguatan. Di Eropa, FTSE 100 Inggris ditutup naik 0,48% dan Euro Stoxx 50 menguat 0,78%, meskipun bank sentral Eropa (ECB) masih menerapkan kebijakan moneter ketat. Investor Eropa lebih memilih melakukan rotasi sektor ke saham teknologi dan barang mewah.
Bursa Afrika Selatan (JSE) juga bersiap mengawali perdagangan dengan sentimen positif. Indeks All Share naik 0,60% ke level 110.253 poin, sementara Top 40 bertambah 0,65% ke 102.315 poin. Saham telekomunikasi menjadi primadona, dengan MTN Group melonjak 4,44% dan memimpin indeks Top 40—35 dari 41 konstituen indeks ditutup di zona hijau. Sektor keuangan naik 0,85%, industri 0,45%, dan sumber daya alam 0,57%, didukung oleh reli logam mulia yang mengerek harga emas dan platinum.
Dari sisi data domestik, Bank Sentral Afrika Selatan (SARB) merilis data neraca berjalan kuartal I-2026 yang menunjukkan surplus jauh di atas ekspektasi—terbesar sejak 2022—didorong oleh lonjakan nilai ekspor emas dan penurunan impor. Namun, Bank Dunia justru memangkas proyeksi pertumbuhan PDB Afrika Selatan 2026 dari 1,4% menjadi 1,0%, dengan alasan harga energi yang tinggi dan tekanan inflasi akibat konflik Timur Tengah. Revisi ini membatasi optimisme pasar meskipun sentimen global membaik.
Bagi Indonesia, reli pasar global ini memberikan angin segar bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan depan. Apresiasi saham teknologi global dan logam mulia berpotensi mendorong sektor pertambangan dan emiten teknologi di dalam negeri. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko geopolitik yang masih fluktuatif serta kebijakan moneter bank sentral AS yang bisa mempengaruhi aliran modal asing. Pertanyaan besarnya: apakah momentum ini akan berlanjut atau hanya sekadar euforia sementara menjelang keputusan suku bunga The Fed berikutnya?



