Marlon Wayans: In Living Color Bisa Kembali, Tapi Belum Sekarang
Baca dalam 60 detik
- Aktor Marlon Wayans menyatakan minatnya untuk menghidupkan kembali acara sketsa komedi legendaris In Living Color, yang pernah dibintangi bersama keluarganya.
- Wayans menekankan bahwa reboot hanya bisa dilakukan oleh keluarga Wayans, namun mengakui tantangan mempertahankan kualitas humor tinggi setiap minggu.
- Kesuksesan reboot Scary Movie membuatnya optimis, meski ia menegaskan belum ada rencana konkret untuk In Living Color saat ini.

Marlon Wayans, aktor dan komedian berusia 53 tahun, mengungkapkan keinginannya untuk memimpin kebangkitan kembali In Living Color, acara sketsa komedi yang legendaris di awal 1990-an. Dalam wawancara dengan Variety, Wayans menyebut bahwa mungkin panggilan hidupnya adalah me-reboot acara yang diciptakan oleh kakaknya, Keenen Ivory Wayans.
Wayans mengakui bahwa In Living Color adalah institusi yang sulit dihidupkan kembali tanpa keterlibatan keluarga Wayans. “Satu-satunya orang yang bisa melakukannya adalah kami,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa beberapa hal memang tidak perlu dihidupkan kembali, namun In Living Color adalah pengecualian. Meski demikian, ia sadar bahwa mempertahankan level humor seperti itu setiap minggu selama bertahun-tahun adalah tantangan besar.
Kepergian Keenen Ivory dari acara tersebut disebut Wayans sebagai penyebab utama matinya In Living Color. “Acara itu mati satu musim setelah Keenen pergi karena dia adalah jantung dari pertunjukan itu,” jelasnya. Namun, setelah sukses me-reboot waralaba Scary Movie, Wayans kini lebih terbuka terhadap kemungkinan menghidupkan kembali In Living Color. “Jika Anda bertanya 15 tahun lalu apakah kami akan membuat Scary Movie lagi, saya akan bilang ‘Tidak, kapal sudah berlayar!’ Tapi jika Tuhan sudah mengatur, mungkin In Living Color bisa terjadi. Tapi belum sekarang,” katanya.
Sementara itu, Wayans juga tengah fokus pada Scary Movie 6, yang ia klaim bertujuan mengembalikan tawa ke layar lebar. Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly, ia menyatakan bahwa film tersebut adalah upaya untuk “membatalkan budaya pembatalan” dan mengembalikan komedi seperti dulu. Wayans mendeskripsikan film itu sebagai “multi-generasi” yang menjembatani percakapan komedi dari generasinya hingga Gen Alpha.
Di Indonesia, fenomena reboot acara klasik seperti In Living Color bisa menjadi pelajaran bagi industri kreatif lokal. Banyak acara komedi era 1990-an dan 2000-an yang memiliki basis penggemar kuat, namun jarang dihidupkan kembali dengan format segar. Jika Wayans berhasil, hal itu bisa membuka jalan bagi kebangkitan acara-acara serupa di Tanah Air, meski tantangan adaptasi dengan selera penonton modern tetap ada.
Pertanyaan besarnya: akankah In Living Color benar-benar kembali, atau hanya akan menjadi nostalgia belaka? Wayans sendiri mengakui bahwa saat ini belum ada rencana konkret. Namun, dengan semangatnya yang membara dan dukungan penggemar setia, bukan tidak mungkin sketsa-sketsa ikonik itu akan kembali menghiasi layar kaca.



