A$AP Rocky Buka Suara: Penembakan di Rumah Rihanna Rampas Kedamaian Keluarga
Baca dalam 60 detik
- Seorang wanita bernama Ivanna Ortiz didakwa 14 tuduhan kejahatan berat terkait penembakan dengan senapan AR-15 di kediaman Rihanna di Beverly Hills pada 8 Maret.
- A$AP Rocky mengaku insiden itu menghilangkan rasa damai dan kebebasan keluarganya, termasuk Rihanna dan ketiga anak mereka yang saat itu berada di rumah.
- Jika terbukti bersalah, Ortiz terancam hukuman penjara seumur hidup; jaksa menegaskan tindakan kekerasan di pemukiman padat tidak akan ditoleransi.

Rapper A$AP Rocky untuk pertama kalinya angkat bicara mengenai insiden penembakan yang mengguncang kediamannya di Beverly Hills, mengaku bahwa peristiwa itu telah merenggut “banyak kedamaian dan kebahagiaan” dari hidupnya. Dalam wawancara dengan majalah VIBE, pelantun "Fashion Killa" itu menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang sangat mengerikan dan berdampak besar pada rasa aman keluarganya.
Insiden bermula pada 8 Maret lalu, ketika seorang wanita bernama Ivanna Ortiz diduga melepaskan tembakan menggunakan senapan semi-otomatis AR-15 ke arah rumah yang ditempati Rihanna dan A$AP Rocky di kawasan elite Beverly Hills. Ortiz kemudian ditangkap dan pada 25 Maret resmi didakwa dengan 14 tuduhan kejahatan berat, termasuk percobaan pembunuhan, sepuluh tuduhan penyerangan dengan senjata api, dan tiga tuduhan menembak tempat tinggal berpenghuni. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.
Yang membuat situasi semakin mencekam, Rihanna dan ketiga anak mereka—RZA (4 tahun), Riot (2 tahun), dan Rocki yang masih berusia delapan bulan—dilaporkan berada di dalam rumah saat penembakan terjadi. “Seseorang mencoba mencelakai saya dan keluarga saya,” ujar A$AP Rocky. “Itu menghilangkan banyak kedamaian dan kebahagiaan, kemampuan untuk sekadar merasa bebas. Saya tidak ingin dirampok kedamaian dan kegembiraan saya.”
Jaksa Wilayah Los Angeles County, Nathan J. Hochman, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa tindakan membabi buta di lingkungan padat penduduk sangat berbahaya dan tidak akan ditoleransi. “Untungnya tidak ada yang terluka dalam penembakan ini, tetapi kekerasan sembrono seperti ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Pelaku akan berakhir di penjara,” tegasnya. Sementara itu, pengacara Ortiz, Jamarcus Bradford, sempat mengajukan pembelaan tidak bersalah namun kemudian mencabutnya.
Menurut laporan Daily Mail, beberapa hari sebelum penembakan, Ortiz diduga mengunggah pesan penuh kebencian yang ditujukan kepada Rihanna di Facebook pada 23 Februari. Polisi juga menduga pelaku melarikan diri dengan mobil Tesla putih setelah melepaskan tembakan. Sumber dari lingkungan sekitar menyebutkan bahwa Rihanna “tidak mengerti” mengapa keluarganya menjadi sasaran, dan meskipun memiliki tim keamanan yang handal, insiden ini tetap menimbulkan ketakutan mendalam.
Seorang sumber mengatakan kepada Page Six bahwa Rihanna telah meningkatkan langkah-langkah keamanan ekstra dan bahkan menjadwalkan ulang pemotretan karena insiden tersebut. “Rihanna mendengar suara tembakan, tetapi awalnya bingung apa yang terjadi. Meski punya tim keamanan yang hebat, menyadari bahwa hal seperti ini masih bisa terjadi sungguh menakutkan,” ujar sumber lain.
Rumah yang menjadi sasaran tembak itu dibeli Rihanna pada 2021 seharga jutaan dolar. Properti bergaya tahun 1930-an dengan lima kamar tidur dan tujuh kamar mandi ini terletak di jalan buntu yang tenang, dan tetangganya termasuk Mariah Carey serta Madonna. Namun, ketenangan kawasan tersebut kini terusik oleh aksi kekerasan yang belum jelas motifnya.
Hingga saat ini, baik Rihanna maupun A$AP Rocky masih belum mendapatkan penjelasan utuh mengenai serangan tersebut. Pertanyaan besar yang tersisa: apakah ini serangan terencana atau aksi individu yang tidak stabil? Proses hukum akan menjadi jawaban, namun trauma yang ditinggalkan mungkin tak akan mudah hilang.



