Acer Predator Atlas 8 Resmi Diumumkan: Konsol Genggam Bertenaga Intel Arc Siap Rilis 2026
Baca dalam 60 detik
- Acer mengonfirmasi kehadiran konsol genggam Predator Atlas 8 dengan prosesor Intel Arc G3 Extreme atau G3, dijadwalkan meluncur Oktober 2026.
- Perangkat ini mengusung layar IPS 8 inci 120 Hz, baterai hingga 80 Wh, dan RAM 24 GB LPDDR5X, menargetkan segmen gamer kelas atas.
- Belum ada informasi harga, namun spesifikasi tinggi mengindikasikan banderol premium yang bisa mempengaruhi daya saing di pasar Indonesia.

Acer akhirnya mengonfirmasi konsol genggam terbarunya, Predator Atlas 8, yang sebelumnya beredar dalam berbagai bocoran. Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026, meski banderol harganya masih dirahasiakan. Langkah ini menandai ambisi Acer untuk bersaing di segmen gaming portabel yang kian panas.
Predator Atlas 8 hadir dalam dua varian prosesor: Intel Arc G3 Extreme dengan chip Arc B390 (12 inti Xe3) dan varian standar Arc G3 dengan Arc B370 (10 inti Xe3). Keduanya dibekali RAM LPDDR5X-7467 sebesar 24 GB, menjanjikan performa grafis yang mumpuni untuk game AAA. Penyimpanan mengandalkan SSD PCIe 4.0 hingga 1 TB dalam format M.2 2280, memberikan kecepatan baca tulis tinggi.
Layar sentuh berukuran 8 inci IPS dengan resolusi 1920 x 1200 piksel mendukung refresh rate variabel 48โ120 Hz, kecerahan 500 nit, dan cakupan warna 100% sRGB. Perlindungan Gorilla Glass Victus dengan lapisan anti-silau Corning DXC membuatnya tahan gores dan nyaman digunakan di luar ruangan. Baterai varian Extreme (810 gram) mencapai 80 Wh, sedangkan varian standar (770 gram) 60 Wh, keduanya mendukung pengisian cepat 65 W USB-C.
Konektivitas menjadi salah satu keunggulan: dua port Thunderbolt 4, Wi-Fi 7, Bluetooth, pembaca microSD UHS-II, dan jack audio 3,5 mm. Dengan spesifikasi ini, Predator Atlas 8 menargetkan gamer yang menginginkan performa desktop dalam genggaman. Namun, absennya informasi harga membuat analis memperkirakan banderol di atas Rp15 juta, mengingat komponen premium yang digunakan.
Konteks Indonesia: Pasar konsol genggam di Tanah Air masih didominasi Nintendo Switch dan Steam Deck. Kehadiran Predator Atlas 8 dengan spesifikasi superior bisa menjadi alternatif menarik, terutama bagi gamer yang menginginkan performa tinggi. Namun, harga yang diperkirakan tinggi berpotensi membatasi pangsa pasarnya. Dukungan garansi dan distribusi resmi Acer yang luas di Indonesia bisa menjadi nilai tambah, asalkan harga kompetitif.
Menurut analis industri, persaingan di segmen ini akan semakin ketat dengan masuknya pemain seperti Lenovo Legion Go dan ASUS ROG Ally. Acer perlu memastikan ekosistem game dan dukungan driver yang matang untuk menarik konsumen. Pertanyaan besarnya: akankah Predator Atlas 8 mampu merebut hati gamer Indonesia di tengah gempuran kompetitor?



