Valve Naikkan Harga Steam Deck Hingga Rp4 Juta, Komponen Jadi Biang Kerok
Baca dalam 60 detik
- Valve secara mendadak menaikkan harga seluruh varian Steam Deck OLED hingga โฌ240, dengan kenaikan tertinggi pada model 1 TB.
- Kenaikan harga ini dipicu oleh melonjaknya biaya memori dan penyimpanan, serta tantangan logistik global yang mempengaruhi industri komponen.
- Konsumen di Indonesia harus merogoh kocek lebih dalam karena harga baru sudah berlaku efektif tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Valve, pengembang platform game digital Steam, secara mengejutkan mengumumkan kenaikan harga jual seluruh varian Steam Deck OLED mulai hari ini. Kenaikan tertinggi mencapai โฌ240 atau setara sekitar Rp4 juta untuk model 1 TB, menjadikan gawai genggam ini semakin mahal di tengah persaingan ketat pasar konsol portabel.
Berdasarkan pengumuman resmi Valve, harga Steam Deck OLED 512 GB naik dari โฌ569 menjadi โฌ779, sementara varian 1 TB melonjak dari โฌ679 menjadi โฌ919. Jika dikonversi ke dolar AS, kenaikan masing-masing mencapai $240 dan $300. Yang menarik, Valve tidak lagi menyertakan adaptor daya dalam paket penjualan, sehingga pembeli harus membeli aksesori tambahan secara terpisah.
Valve beralasan bahwa kenaikan ini disebabkan oleh "meningkatnya biaya memori dan penyimpanan" serta "tantangan logistik global" yang mempengaruhi seluruh industri. Dalam pernyataannya, perusahaan menegaskan bahwa harga baru "mencerminkan kondisi terkini biaya komponen dan tantangan logistik global di seluruh industri". Alasan ini serupa dengan yang dikemukakan oleh banyak produsen perangkat keras lain dalam setahun terakhir, termasuk kenaikan harga kartu grafis dan konsol game.
Bagi konsumen di Indonesia, kenaikan ini berarti harga Steam Deck OLED akan semakin sulit dijangkau. Sebelumnya, perangkat ini sudah dibanderol di kisaran Rp10-15 juta melalui importir atau toko daring. Dengan kenaikan sekitar 30-40%, harga jual di Tanah Air diperkirakan bisa menembus Rp20 juta untuk varian tertinggi. Belum lagi ongkos kirim dan pajak impor yang membuatnya semakin mahal. Para pengamat menilai bahwa langkah Valve ini justru bisa menguntungkan pesaing seperti Asus ROG Ally atau Lenovo Legion Go yang menawarkan spesifikasi serupa dengan harga lebih kompetitif.
"Kenaikan harga ini tidak terhindarkan karena tekanan biaya komponen global. Namun, Valve seharusnya memberikan pemberitahuan lebih awal agar konsumen bisa mempersiapkan diri," ujar seorang analis industri gim yang enggan disebut namanya.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Valve akan mempertahankan harga ini dalam jangka panjang atau hanya bersifat sementara. Mengingat tren penurunan harga komponen memori dan penyimpanan diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun ini, ada kemungkinan Valve akan menyesuaikan kembali harga jualnya. Namun, hingga saat ini belum ada indikasi resmi mengenai hal tersebut.



