Kontroversi AI Landa Kolaborasi Epic Games dan Porsche: Logo Riot Games Muncul di Konsep Fortnite
Baca dalam 60 detik
- Epic Games menarik gambar konsep Porsche untuk Fortnite setelah publik menduga gambar itu dihasilkan oleh AI, bukan seniman manusia.
- Logo Riot Games yang tidak semestinya muncul di balon udara dalam gambar memicu spekulasi bahwa AI digunakan tanpa pengawasan ketat.
- Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi penggunaan AI di industri kreatif, mempertanyakan transparansi dan etika kolaborasi merek.

Epic Games, pengembang gim Fortnite, baru saja menarik sebuah gambar konsep yang menampilkan mobil Porsche yang akan hadir di dalam gim, setelah para pemain mendeteksi kejanggalan yang mengarah pada penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif. Gambar yang diunggah melalui akun Twitter Unreal Engine itu langsung menjadi sorotan karena logo Porsche yang buram dan kemunculan logo Riot Games yang tidak semestinya di balon udara dalam ilustrasi tersebut.
Para pengguna forum ResetEra adalah yang pertama kali mencium keanehan. Mereka mencatat bahwa detail logo Porsche tampak tidak jelas, sementara logo Riot Games—perusahaan pengembang gim League of Legends—muncul di balon udara tanpa alasan yang jelas. Kombinasi ini memicu dugaan bahwa gambar tersebut bukan buatan manusia, melainkan hasil generate AI yang belum sempurna. Epic Games kemudian merespons dengan menyatakan bahwa gambar itu adalah konsep yang disediakan oleh Porsche sendiri, dan proses pembuatannya menggunakan alur kerja yang sudah mapan di Unreal Engine. Namun, pernyataan itu tidak menjelaskan secara memuaskan keberadaan logo Riot Games.
Menurut seorang perwakilan Epic Games yang dihubungi GameSpot, perusahaan belum memberikan penjelasan rinci tentang bagaimana logo Riot Games bisa muncul. Spekulasi pun berkembang bahwa pihak Porsche mungkin menggunakan alat AI generatif untuk membuat konsep awal tanpa melalui verifikasi yang ketat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana merek-merek besar mengandalkan AI dalam pemasaran, dan apakah praktik tersebut transparan bagi konsumen.
Bagi industri gim di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika dalam penggunaan AI. Meskipun teknologi AI generatif seperti Midjourney atau DALL-E dapat mempercepat produksi konten, risiko kesalahan seperti logo yang salah atau detail yang tidak akurat bisa merusak kredibilitas. Di Indonesia, di mana industri kreatif digital sedang berkembang, insiden ini bisa menjadi bahan diskusi tentang perlunya regulasi atau pedoman penggunaan AI dalam konten komersial.
Epic Games sendiri belum mengumumkan apakah kolaborasi dengan Porsche tetap akan berjalan atau tidak. Sementara itu, para pemain Fortnite menantikan klarifikasi lebih lanjut, terutama karena mereka khawatir bahwa penggunaan AI dapat mengurangi kualitas artistik yang selama ini menjadi ciri khas gim. Pertanyaan yang tersisa: apakah industri akan semakin transparan tentang penggunaan AI, atau justru semakin menyembunyikannya di balik alur kerja yang tidak jelas?

