YouTuber Ditangkap karena Diduga Gunakan AI untuk Fitnah Aktor Korea Kim Soo-hyun
Baca dalam 60 detik
- Seorang YouTuber dengan hampir satu juta pelanggan ditangkap atas tuduhan memalsukan bukti menggunakan AI untuk mencemarkan nama baik aktor papan atas Korea Selatan.
- Polisi menyatakan rekaman suara dan tangkapan layar yang disajikan sebagai bukti hubungan asmara adalah hasil manipulasi digital, bukan fakta.
- Penangkapan ini menjadi titik balik dalam kasus yang telah menghancurkan karier Kim Soo-hyun dan membuka diskusi tentang bahaya konten buatan AI di media sosial.

Otoritas Korea Selatan menangkap seorang kreator konten YouTube yang diduga memproduksi dan menyebarkan informasi palsu menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menjatuhkan reputasi aktor ternama Kim Soo-hyun. Penangkapan ini menjadi babak baru dalam skandal yang telah melumpuhkan karier sang bintang drama Korea.
Kim Se-ui, pengelola kanal Hover Lab dengan hampir satu juta pelanggan, ditahan berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Selasa (12/4/2025). Hakim beralasan bahwa tersangka berpotensi menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Polisi dan jaksa menuduh Kim Se-ui memanipulasi rekaman suara dan tangkapan layar pesan teks untuk membuatnya seolah-olah Kim Soo-hyun menjalin hubungan dengan mendiang aktris Kim Sae-ron saat ia masih di bawah umur.
Dalam penyelidikan, aparat menemukan bahwa rekaman suara yang diunggah Hover Lab beberapa bulan setelah kematian Kim Sae-ron pada usia 24 tahun merupakan hasil generasi AI. Suara dalam rekaman itu diduga dibuat menyerupai aktris tersebut yang mengatakan telah berpacaran dengan Kim Soo-hyun sejak sekolah menengah. Selain itu, tangkapan layar pesan teks dari ponsel Kim Sae-ron juga diubah secara digital untuk memperkuat tuduhan.
Agensi Kim Soo-hyun merilis pernyataan pada Rabu (13/4/2025) yang menegaskan bahwa "kebenaran telah terbukti". Investigasi menyimpulkan seluruh kecurigaan dan bukti yang diajukan Hover Lab tidak berdasar. Agensi juga berterima kasih kepada para pendukung yang tetap setia membela aktor tersebut selama masa sulit.
Di hadapan wartawan usai sidang, Kim Se-ui membantah semua tuduhan dan menyebut surat perintah penangkapan "tidak menyusun fakta-fakta dasar dengan benar". Ia berencana mengajukan pengaduan balik terhadap polisi dan jaksa yang meminta penahanannya. Kasus ini bermula dari unggahan Hover Lab yang memicu gelombang kecaman publik terhadap Kim Soo-hyun, membuatnya kehilangan kontrak iklan dan peran di berbagai acara televisi.
Kim Soo-hyun sendiri belum tampil di publik sejak konferensi pers emosional pada Maret 2025, di mana ia mengaku menjalin hubungan dengan Kim Sae-ron selama satu tahun, tetapi hanya saat sang aktris sudah dewasa. "Saya tidak bisa mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan," ujarnya saat itu. Ia kemudian melaporkan YouTuber tersebut dan keluarga aktris ke polisi atas tuduhan fitnah.
Peristiwa ini menyoroti bahaya penyalahgunaan teknologi AI untuk menciptakan konten palsu yang dapat menghancurkan karier seseorang dalam sekejap. Ke depannya, kasus ini diharapkan menjadi preseden bagi penegakan hukum terhadap kejahatan siber berbasis AI di Korea Selatan.

