Wayne Rooney: Absen dari Eropa Bisa Jadikan Chelsea Ancaman Serius Musim Depan
Baca dalam 60 detik
- Chelsea gagal lolos ke kompetisi Eropa setelah finis di peringkat ke-10 Premier League, hanya kemenangan ketiga sejak Februari.
- Wayne Rooney menilai jadwal padat tanpa Eropa memberi keuntungan bagi pelatih baru Xabi Alonso untuk menerapkan strategi.
- Preseden positif pernah terjadi saat Chelsea finis ke-10 pada 2015-16 lalu juara liga musim berikutnya.

Kegagalan Chelsea mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan justru bisa menjadi berkah tersembunyi. Demikian pandangan legenda Manchester United dan Inggris, Wayne Rooney, yang menilai The Blues berpotensi menjadi kekuatan dominan di Premier League 2025-26.
Kekalahan 2-1 dari Sunderland pada pekan pamungkas membuat Chelsea terlempar ke peringkat 10 klasemen akhir, tertinggal satu poin dari Brighton yang lolos ke Conference League. Hasil itu sekaligus mengakhiri musim yang penuh gejolak, di mana klub telah memecat Enzo Maresca dan Liam Rosenior di tengah jalan. Hanya tiga kemenangan liga yang diraih Chelsea sejak Februari, menandai salah satu periode terburuk dalam sejarah modern klub.
Menurut Rooney, absennya jadwal Eropa memberi keuntungan besar bagi pelatih anyar Xabi Alonso yang akan memulai tugasnya pada Juli. "Saya pikir mereka akan menjadi ancaman nyata musim depan," ujar Rooney dalam podcast-nya. "Hanya bermain satu laga per pekan, ditambah kedatangan Alonso, itu kombinasi yang menarik. Dia punya waktu untuk merasakan klub dan menyampaikan idenya."
Rooney membandingkan situasi Chelsea dengan Manchester United musim ini, yang tanpa beban Eropa berhasil finis di peringkat ketiga. Ia juga menyoroti bahwa pra-musim semua klub papan atas akan terganggu karena Piala Dunia, sehingga tim yang tidak bermain di Eropa bisa mendapat tambahan waktu latihan hingga tiga hari per pekan. "Itu akan menguntungkan Alonso karena ia bisa lebih banyak bekerja sama tim setelah musim dimulai," tambahnya.
Chelsea sebenarnya sempat melaju ke fase liga Liga Champions musim ini sebelum dihancurkan Paris Saint-Germain dengan agregat 8-2 di babak 16 besar—kekalahan terberat mereka di kompetisi Eropa. Namun, dengan fondasi skuad yang masih muda dan pelatih berpengalaman seperti Alonso, Rooney optimistis masa depan klub tetap cerah. "Ini menarik bagi Premier League karena Alonso punya potensi menjadi manajer top," pungkasnya.
Ke depan, tantangan terbesar Chelsea adalah membangun konsistensi tanpa tekanan Eropa. Jika berhasil, bukan tidak mungkin mereka mengulangi kisah 2016-17 ketika bangkit dari keterpurukan menjadi juara liga.



