Raducanu Tersingkir di Babak Pertama Prancis Terbuka, Fran Jones Catat Sejarah
Baca dalam 60 detik
- Emma Raducanu gagal melaju ke putaran kedua setelah dikalahkan Solana Sierra 6-0, 7-6(4) di Roland Garros, hanya bermain di pertandingan kedua sejak Maret akibat sakit.
- Kekalahan ini menyoroti kurangnya persiapan Raducanu karena minimnya pertandingan di musim tanah liat, namun ia optimis menatap musim rumput.
- Fran Jones mencatat kemenangan perdana di babak utama Grand Slam dengan mengalahkan Beatriz Haddad Maia, sementara Marta Kostyuk menangis usai mengungkap rudal Rusia nyaris mengenai rumahnya di Kyiv.

Emma Raducanu, petenis nomor satu Inggris, harus mengakui keunggulan spesialis tanah liat asal Argentina, Solana Sierra, pada babak pertama Prancis Terbuka 2025, Minggu (25/5). Bertanding di Court 13, Raducanu kalah telak 6-0, 7-6(4) dalam waktu satu jam 45 menit. Ini merupakan kekalahan perdana Raducanu di babak pertama Grand Slam setelah sebelumnya selalu lolos ke putaran kedua dalam dua partisipasinya di Roland Garros.
Raducanu, yang baru pulih dari penyakit pasca-virus yang membuatnya absen dua setengah bulan, hanya memainkan satu pertandingan sebelum turnamen. Kondisi itu jelas memengaruhi performanya. Pada set pertama, ia gagal mencatatkan satu pun winner dan melakukan 15 kesalahan sendiri, yang berujung pada 'bagel' 6-0 dalam 25 menit. Meskipun sempat bangkit di set kedua dengan merebut break saat Sierra unggul 5-4, Raducanu akhirnya kalah dalam tie-break. "Saya merasa kondisi lapangan sangat hidup dan saya tidak bisa mempercayai pukulan saya," ujar Raducanu seusai pertandingan.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Raducanu yang sempat menunjukkan performa gemilang di awal kariernya. Namun, ia menolak larut dalam kekecewaan. "Saya belum banyak bermain, dan jelas sulit datang tanpa pertandingan di akhir musim tanah liat. Saya harus melewati bagian sulit ini dan berharap keluar lebih kuat," katanya. Raducanu kini mengalihkan fokus ke musim rumput, dimulai dengan turnamen Queen's Club. "Queen's selalu menjadi turnamen yang luar biasa, saya tidak sabar untuk memulainya," tambahnya.
Kabar baik datang dari petenis Inggris lainnya, Fran Jones. Petenis peringkat 102 dunia itu akhirnya meraih kemenangan perdana di babak utama Grand Slam pada percobaan keenam. Jones mengalahkan unggulan 15, Beatriz Haddad Maia, dengan skor 1-6, 7-6(4), 6-2. Jones, yang lahir dengan kondisi genetik langka Ectrodactyly Ectodermal Dysplasia (hanya memiliki tiga jari dan satu ibu jari di setiap tangan serta tujuh jari kaki), menunjukkan kegigihan luar biasa. Ia bangkit dari ketertinggalan 2-0 dan 4-2 di set kedua, lalu memenangkan enam game beruntun di set penentuan. "Saya tahu saya berbahaya di permukaan ini. Ini momen monumental, tapi saya akan terus berjuang di pertandingan berikutnya," ujar Jones yang akan menghadapi Marie Bouzkova di putaran kedua.
Sementara itu, Marta Kostyuk, unggulan 15 asal Ukraina, menangis usai pertandingan pertamanya. Ia mengungkapkan bahwa sebuah rudal Rusia nyaris menghantam rumah keluarganya di Kyiv pada pagi hari pertandingan. Rudal tersebut meleset sekitar 100 meter dari rumah yang dihuni ibu, saudara perempuan, dan neneknya. "Ini yang saya terima jam 8 pagi. Saya harus menjalaninya dan tetap bermain. Jika 100 meter lebih dekat, saya mungkin tidak akan memiliki ibu dan saudara perempuan hari ini," kata Kostyuk dengan mata berkaca-kaca. Ia berhasil mengalahkan Oksana Selekhmeteva 6-2, 6-3, namun menolak berjabat tangan dengan lawannya yang baru saja beralih kewarganegaraan dari Rusia ke Spanyol.
Pertandingan babak pertama Prancis Terbuka masih akan berlanjut dengan petenis Inggris lainnya, Toby Samuel yang akan menghadapi Alex de Minaur, serta Katie Boulter yang berhadapan dengan Akasha Urhobo. Juara bertahan Iga Swiatek, Elena Rybakina, dan juara Italian Open Elina Svitolina juga akan turun bertanding. Di sisi lain, mantan juara Stan Wawrinka dan Gael Monfils bersiap untuk pamit dari Roland Garros menjelang pensiun.



