Emma Raducanu Kembali ke Pangkuan Andrew Richardson: Bukan Keputusan yang Salah
Baca dalam 60 detik
- Emma Raducanu secara resmi kembali bekerja sama dengan Andrew Richardson, pelatih yang membawanya meraih gelar US Open 2021.
- Raducanu menegaskan bahwa perpisahan mereka lima tahun lalu bukanlah kesalahan, melainkan konsekuensi dari perubahan besar dalam hidupnya.
- Petenis berusia 23 tahun itu akan memulai kampanye Prancis Terbuka 2025 melawan Solana Sierra dari Argentina.

Emma Raducanu, petenis putri nomor satu Inggris, kembali menggandeng Andrew Richardson sebagai pelatih hampir lima tahun setelah keduanya sukses menjuarai US Open 2021. Keputusan ini diumumkan pekan lalu setelah Raducanu menjalani sesi latihan bersama Richardson di Ferrer Tennis Academy, Spanyol.
Keputusan untuk kembali bekerja sama dengan Richardson memicu pertanyaan publik: apakah Raducanu menyesal telah melepasnya dulu? Menjawab hal itu, Raducanu menegaskan bahwa situasi saat itu sangat rumit. “Hidup saya berubah total, saya seperti ditarik ke kiri dan ke kanan. Saya tidak benar-benar memegang kendali,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman bertahun-tahun setelahnya justru mengajarkan apa yang tidak diinginkannya, dan membuatnya semakin menghargai orang-orang yang dipercaya dan memiliki koneksi personal.
Setelah berpisah dengan Richardson, Raducanu sempat bekerja sama dengan Torben Beltz, yang dianggap memiliki pengalaman lebih di level WTA. Namun, itu hanyalah salah satu dari serangkaian kerja sama jangka pendek. Terakhir, ia berpisah dengan Francisco Roig pada Januari 2025 dan sejak itu tidak memiliki pelatih tetap hingga kini.
Raducanu mengakui bahwa inisiatif untuk menghubungi Richardson datang murni dari dirinya sendiri, dimulai dengan pesan teks. “Saya kirim pesan ‘Heyyy’ dengan tiga y, dan dia tahu ada sesuatu yang sedang direncanakan,” katanya. Meskipun sadar akan potensi penilaian publik, ia memilih untuk mengikuti kata hati dan tidak terpengaruh opini luar.
Richardson sendiri dinilai Raducanu sebagai pelatih yang konsisten dan tidak mudah goyah oleh hasil pertandingan. “Saya lebih emosional dan ingin semuanya cepat terjadi, tapi dia sangat solid,” tambahnya.
Raducanu dijadwalkan memulai perjuangannya di Prancis Terbuka 2025 pada hari Minggu (25 Mei) melawan petenis Argentina, Solana Sierra. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal bagi kerja sama barunya dengan Richardson.



