Kehilangan Liam Payne, Kate Cassidy Akui Sulit Temukan Pria Sebanding
Baca dalam 60 detik
- Kate Cassidy mengaku kerap membandingkan pria lain dengan mendiang kekasihnya, Liam Payne, yang dinilainya sempurna dalam berbagai aspek.
- Setelah satu setengah tahun berduka, ia mulai membuka hati untuk kembali berkencan, namun tetap menyimpan kenangan mendalam tentang Liam.
- Cassidy menegaskan bahwa ia tidak akan pernah melupakan Liam dan akan selalu menyebut namanya, menolak anggapan bahwa ia harus segera move on.

Kate Cassidy, seorang influencer berusia 27 tahun, mengungkapkan bahwa ia kerap membandingkan pria yang ditemuinya dengan mendiang kekasihnya, Liam Payne, mantan personel One Direction yang meninggal dunia pada 2024 setelah jatuh dari balkon hotel di Argentina. Dalam sebuah unggahan di TikTok, Cassidy menyatakan bahwa Payne memenuhi seluruh kriteria ideal dalam daftar pasangan impiannya, membuat pria lain sulit menyaingi kesan yang ditinggalkan.
Cassidy menceritakan pengalaman kencan yang membuatnya kecewa, terutama saat seorang pria memaksa teman yang ikut serta untuk membayar tagihannya sendiri. “Saya merasa jijik. Liam tidak pernah melakukan hal seperti itu,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa beberapa pria yang ditemuinya terasa seperti “mencabut gigi” — sulit dan tidak menyenangkan. Pernyataan ini menunjukkan betapa besar pengaruh Payne dalam standar hubungan Cassidy.
Dalam video di Instagram, Cassidy mengungkapkan bahwa ia siap untuk menjalin hubungan baru setelah satu setengah tahun berduka. “Cinta setelah kehilangan adalah babak besar dalam perjalanan duka. Aku tidak tahu bagaimana rasanya, tapi aku tahu aku suka jatuh cinta,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa ia ingin memiliki anak dan keluarga suatu hari nanti, dan yakin Liam akan menginginkan hal yang sama untuknya. “Jika posisi kami terbalik, aku ingin dia bahagia dan jatuh cinta lagi,” ujarnya.
“Aku akan selalu mencintai Liam dan itu tidak akan pernah berubah, siapa pun yang aku temui dan datang dalam hidupku. Aku akan memikirkan Liam di hari pernikahanku, aku akan memikirkannya setiap hari seumur hidupku.” — Kate Cassidy
Cassidy juga menanggapi kritik dari warganet yang memintanya untuk move on. Dalam sebuah video, ia menegaskan bahwa Liam bukan sekadar figur publik baginya, melainkan kekasih dan sahabat yang sangat berarti. “Ketika seseorang meninggal, mereka mati dua kali: sekali saat benar-benar meninggal, dan kedua kalinya saat kamu berhenti membicarakan mereka. Aku tidak akan membiarkan Liam mati dua kali. Aku akan mencintainya selamanya,” tegasnya.
Pernyataan Cassidy menyoroti kompleksitas proses berduka di era media sosial, di mana setiap ungkapan perasaan dapat menjadi bahan perdebatan publik. Keputusannya untuk tetap terbuka tentang kenangan bersama Liam menunjukkan bahwa cinta dan kehilangan dapat berjalan beriringan dengan harapan akan masa depan. Langkah Cassidy untuk kembali berkencan bukanlah pengkhianatan terhadap kenangan, melainkan bagian dari penyembuhan yang wajar.



