Fisioterapis Skotlandia Berusia 74 Tahun Masih Jadi Andalan NBA Berkat Metode Revolusionernya
Baca dalam 60 detik
- Alex McKechnie, fisioterapis asal Skotlandia, telah mengukir karier legendaris di NBA dengan menangani cedera berat para bintang seperti Shaquille O'Neal dan Kobe Bryant.
- Metode inovatifnya, termasuk penggunaan elastic band dan papan goyang (wobble board), menjadi standar industri dalam rehabilitasi cedera lutut dan penguatan inti tubuh.
- Di usianya yang ke-74, McKechnie masih menjabat sebagai Vice President of Player Health and Performance di Toronto Raptors dan terus dicari klub-klub Premier League untuk berbagi keahlian.

Alex McKechnie, seorang fisioterapis asal Skotlandia yang kini berusia 74 tahun, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap relevan di panggung terbesar bola basket dunia, NBA. Dengan enam cincin juara di tangannya, McKechnie masih menjadi sosok yang sangat dibutuhkan oleh para atlet elite berkat metode rehabilitasi yang ia kembangkan puluhan tahun lalu.
Perjalanan McKechnie dimulai pada September 1974 ketika ia meninggalkan Glasgow menuju Vancouver, Kanada, hanya dengan bermodalkan 300 dolar AS dan tanpa pekerjaan. Dalam waktu seminggu, ia mendapat pekerjaan sementara di rumah sakit, dan sebulan kemudian ia sudah bekerja dengan atlet di universitas. Ketertarikannya pada cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang saat itu minim penelitian menjadi titik awal inovasinya.
Pada masa awal praktiknya, cedera ACL seringkali menjadi akhir karier seorang atlet. Namun, McKechnie menemukan hubungan antara cedera lutut, kekuatan inti tubuh, dan kontrol panggul. Ia merancang program rehabilitasi yang menggunakan elastic band untuk memberikan resistensi saat pasien melakukan latihan penguatan inti. Metode yang kini menjadi standar industri ini dulunya dianggap revolusioner.
Momen penting lainnya datang saat ia berjalan-jalan dengan anjingnya di taman dan melihat anak-anak bermain di kuda-kuda pegas. Inspirasi itu melahirkan wobble board, alat yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas inti melalui gerakan otot. Reebok kemudian melisensikan ide ini pada 1999 dan memasarkannya secara global.
Ketenaran McKechnie semakin melesat pada 1997 ketika Shaquille O'Neal, yang saat itu menjadi pilar utama LA Lakers, mengalami cedera otot perut dan dihadapkan pada pilihan operasi. Alih-alih menjalani pisau bedah, O'Neal dirujuk ke McKechnie di Vancouver. Meskipun awalnya O'Neal meminta konsultasi segera, McKechnie dengan tegas memintanya menunggu giliran. Sikap ini justru membuat pihak Lakers semakin yakin dengan kemampuannya. Program Core-X yang ia berikan berhasil memulihkan O'Neal tanpa operasi, dan sang bintang pun berkata, "Dia menghidupkanku kembali."
Tak hanya O'Neal, McKechnie juga menangani Kobe Bryant dan mantan pemain sepak bola Inggris Owen Hargreaves. Pada Hargreaves, ia menemukan bahwa masalah lutut yang berkepanjangan disebabkan oleh ketidakstabilan panggul, sehingga ia fokus pada penguatan inti. Pendekatan ini memungkinkan Hargreaves kembali bermain setelah dua tahun absen.
Pada 2011, McKechnie kembali ke Kanada untuk bergabung dengan Toronto Raptors sebagai asisten pelatih. Di sana, ia berperan penting dalam menjaga kesehatan Kawhi Leonard yang rentan cedera, yang berujung pada gelar juara NBA pertama Raptors pada 2019. McKechnie menyebut kemenangan itu sebagai yang paling berkesan, dengan parade yang dihadiri lebih dari satu juta orang.
Saat ini, McKechnie menjabat sebagai Vice President of Player Health and Performance di Raptors dan telah menjalani 26 musim reguler NBA. Meski usianya sudah 74 tahun, ia tetap aktif dan sering diundang klub-klub Premier League untuk berbagi pengetahuan. "Saya selalu mencari keunggulan kompetitif," ujarnya. Dedikasinya yang tak kenal lelah menjadikannya sosok yang tak tergantikan di dunia olahraga profesional.



