Pep Guardiola Akhiri Era 10 Tahun di Manchester City: Klub Butuh 'Energi Baru'
Baca dalam 60 detik
- Pep Guardiola memastikan laga kontra Aston Villa pada akhir pekan ini sebagai pertandingan terakhirnya sebagai manajer Manchester City setelah satu dekade penuh prestasi.
- Kepergian Guardiola dipicu oleh keyakinannya bahwa klub memerlukan perspektif segar, meskipun ia masih memiliki kontrak hingga 2027.
- Manajer asal Spanyol itu akan beralih peran menjadi duta global City Football Group, meninggalkan warisan 17 trofi utama termasuk treble bersejarah.

Pep Guardiola secara resmi mengumumkan bahwa masa baktinya sebagai manajer Manchester City akan berakhir setelah pertandingan melawan Aston Villa di Etihad Stadium, Minggu (17/5). Keputusan ini mengakhiri era sepuluh tahun yang sarat dengan dominasi domestik dan Eropa. Dalam konferensi pers terakhirnya, Jumat (15/5), Guardiola menegaskan bahwa klub membutuhkan "energi baru" untuk memulai babak berikutnya.
Guardiola, yang kini berusia 55 tahun, mengaku telah membagikan keputusannya kepada para pemain pada Jumat pagi. Ia menyebut pidato perpisahannya sebagai "bencana" karena rasa gugup yang luar biasa. "Sepuluh tahun adalah waktu yang panjang. Saya rasa klub membutuhkan manajer baru, energi baru, dan para pemain luar biasa ini untuk mulai menulis babak lain," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya tidak akan memiliki energi yang cukup untuk terus bertarung memperebutkan gelar setiap tiga hari sekali.
Kepergian Guardiola terjadi hanya tiga hari setelah Manchester City gagal mempertahankan gelar Premier League 2025-26, yang direbut Arsenal setelah hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth. Meski demikian, Guardiola tetap meninggalkan jejak yang tak terhapuskan. Selama satu dekade, ia mempersembahkan 17 trofi utama, termasuk enam gelar Premier League, satu Liga Champions, tiga Piala FA, dan lima Piala Liga. Puncak pencapaiannya adalah treble pada musim 2022-23, menjadikan City sebagai klub Inggris kedua yang meraih prestasi tersebut setelah Manchester United pada 1998-99.
Manchester City juga memberikan penghormatan abadi kepada Guardiola dengan menamai tribun utara stadion yang baru dikembangkan dengan namanya. Tribun tersebut akan dibuka penuh untuk pertama kalinya pada laga terakhir musim ini. Selain itu, sebuah patung Guardiola akan didirikan di area menuju tribun tersebut. Pemilik klub, Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, menyebut Guardiola sebagai "personifikasi ambisi" klub dan telah "membekas tak terhapuskan pada DNA klub".
Guardiola mengonfirmasi akan mengambil jeda dari kepelatihan sebelum memulai peran barunya sebagai duta global City Football Group (CFG), di mana ia akan memberikan saran teknis kepada klub-klub anggota. Mantan manajer Chelsea, Enzo Maresca, yang pernah bekerja di bawah Guardiola di City, disebut-sebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya.
Para kolega sesama pelatih memberikan penghormatan tinggi. Manajer Inggris Thomas Tuchel menyebut Guardiola sebagai "salah satu yang terbaik" yang telah merevolusi permainan di setiap liga. Unai Emery dari Aston Villa memujinya sebagai "satu-satunya genius", sementara Hansi Flick dari Barcelona berharap Guardiola segera kembali setelah beristirahat. Ketua City, Khaldoon Al Mubarak, menegaskan bahwa Guardiola tidak hanya membuat City lebih baik, tetapi juga sepak bola secara keseluruhan.
Dengan berakhirnya era Guardiola, Manchester City kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan supremasi di tengah persaingan yang semakin ketat. Langkah selanjutnya akan menentukan apakah klub dapat melanjutkan warisan kesuksesan yang telah dibangun selama satu dekade terakhir.