Usyk Buka Suara soal Rencana Pensiun dan Pertarungan Melawan Verhoeven di Kaki Piramida
Baca dalam 60 detik
- Oleksandr Usyk akan mempertahankan sabuk WBC melawan petarung kickboxing Rico Verhoeven di Mesir, Sabtu ini.
- Usyk mengaku memiliki rencana rahasia untuk pertarungan tersebut dan masih ingin bertarung dua hingga tiga kali lagi sebelum pensiun.
- Kekalahan terakhir Usyk terjadi 16 tahun lalu di level amatir, yang menjadi titik balik dalam karier dan kehidupannya.

Pertarungan antara juara tinju kelas berat tak terkalahkan Oleksandr Usyk melawan petarung kickboxing berpengalaman Rico Verhoeven di kaki Piramida Giza, Mesir, pada Sabtu ini menjadi sorotan dunia olahraga. Meski terdengar seperti skenario film Hollywood, duel ini benar-benar nyata dan menjadi bagian dari fenomena baru dalam tinju, di mana batas antara fantasi dan realitas semakin kabur.
Usyk, yang memegang sabuk WBA (Super), WBO, dan WBC, belum pernah menelan kekalahan dalam 24 pertarungan profesional. Ia mencatatkan 15 kemenangan knockout. Dari kamp pelatihannya di Spanyol, Usyk mengungkapkan bahwa ia memiliki rencana rahasia untuk pertarungan ini dan menegaskan bahwa kariernya belum berakhir. "Saya tidak akan berhenti setelah melawan Rico. Saya punya dua, mungkin tiga pertarungan lagi," ujar Usyk kepada BBC Sport. "Saya membangun rencana untuk masa depan. Ini adalah salah satu pertarungan terakhir saya, tapi saya ingin membangun pertunjukan besar."
Verhoeven, 37 tahun, adalah juara kelas berat Glory selama 11 tahun dengan 13 kali pertahanan sukses, namun hanya sekali bertinju profesional pada 2014. Meskipun demikian, Usyk tidak meremehkan lawannya. Ia menyatakan bahwa persiapannya sama seriusnya seperti saat menghadapi Tyson Fury atau Daniel Dubois. "Lawan mungkin berbeda, tapi persiapan saya tidak berbeda. Saya bekerja keras, banyak sparring, conditioning, dan cardio. Bagi saya ini pertarungan serius, bukan pertunjukan palsu," tegasnya.
Kekalahan terakhir Usyk terjadi 16 tahun lalu saat masih amatir di Kejuaraan Dunia AIBA 2009 melawan petinju Rusia Egor Mekhontsev. Momen itu menjadi titik balik dalam hidupnya. "Setelah pertarungan, saya kembali ke kamar dan berdoa. Saya berkata, 'Olek, kamu kalah, mungkin kamu tidak bisa berbuat lebih untuk menang. Kamu harus bekerja, mengerjakan PR, dan memperbaiki kesalahan'," kenang Usyk. Ia mengubah kamp pelatihan, disiplin, dan bahkan kehidupannya. Tak lama setelah itu, ia menikahi Yekatarina dan dikaruniai anak pertama, Liza. "Saya melihat makhluk kecil ini dan berpikir, 'OK, saya harus mengubah hidup saya, karena saya bukan lagi sekadar atlet dan petinju, sekarang saya suami dan ayah'. Liza benar-benar mengubah hidup saya," tambahnya.
Dengan rekor impresif dan mentalitas baja, Usyk diyakini akan meraih kemenangan mudah. Namun, ia tetap waspada dan menganggap Verhoeven sebagai lawan serius. Pertarungan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Usyk, tetapi juga menjadi tontonan spektakuler yang memadukan dua dunia bela diri berbeda. Ke depan, Usyk masih memiliki ambisi besar di atas ring sebelum akhirnya mempertimbangkan karier akting yang sempat ia singgung.



