Apple Lawan Arus: Penjualan iPhone Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Pasar Smartphone AS Tahun 2026
Baca dalam 60 detik
- Penjualan iPhone di AS naik 1,3% di saat pasar smartphone secara umum turun 5,7%.
- Apple menguasai 75% penjualan di operator seluler utama AS karena penundaan Galaxy S26.
- Strategi mempertahankan harga iPhone 17e dengan memori lebih besar (256GB) menjadi kunci sukses.

Di saat pasar smartphone Amerika Serikat mengalami kelesuan, Apple justru mencatatkan performa gemilang. Laporan terbaru dari Counterpoint Research mengungkapkan bahwa penjualan iPhone tumbuh sebesar 1,3% (YoY) pada Q1 2026, berbanding terbalik dengan pasar keseluruhan yang merosot hingga 5,7%.
Faktor Utama Keunggulan Apple:
- Vakumnya Produk Pesaing: Keterlambatan peluncuran Samsung Galaxy S26 hingga pertengahan Maret menciptakan kekosongan di segmen premium yang berhasil dimanfaatkan oleh Apple.
- Dominasi Operator Seluler: iPhone kini menguasai 75% dari total penjualan smartphone di tiga operator besar AS (Verizon, AT&T, T-Mobile).
- Strategi Harga & Penyimpanan: Apple mempertahankan harga iPhone 17e tetap konsisten namun meningkatkan kapasitas penyimpanan dasar menjadi 256GB, di saat kompetitor mulai menaikkan harga akibat biaya memori yang melonjak.
Pangsa Pasar di Operator Seluler AS (Q1 2026)
Kenaikan paling signifikan terlihat pada operator Verizon, di mana Apple mengamankan dominasi mutlak di segmen pascabayar.
| Indikator Pasar | Kuartal 1 - 2025 | Kuartal 1 - 2026 |
|---|---|---|
| Pertumbuhan Penjualan iPhone | N/A | +1,3% (YoY) |
| Pertumbuhan Pasar Smartphone AS | N/A | -5,7% (YoY) |
| Pangsa Pasar iPhone di Operator Besar | 72% | 75% |
| Pangsa Pasar iPhone di Verizon | N/A | 77% |
"Jika Apple dapat menghindari kenaikan harga yang signifikan dan terus mengungguli pesaingnya dalam hal promosi, akan sangat sulit bagi produsen Android untuk mengejar ketertinggalan di tahun depan," lapor Counterpoint Research.
Kesuksesan Apple ini juga didukung oleh tingginya permintaan untuk model dasar iPhone 17 yang melampaui ekspektasi awal. Selain itu, indeks promosi Apple di segmen harga $600 ke atas tercatat lebih kuat dibandingkan Samsung. Dengan strategi ini, Apple berhasil memperlebar jarak dengan para pesaingnya meskipun kondisi ekonomi global sedang memberikan tekanan pada daya beli konsumen terhadap perangkat elektronik baru.



