Prabowo Gelar Pertemuan Strategis dengan Tokoh Ekonomi: Fokus pada Ketahanan Fiskal dan Tata Kelola Ekspor SDA
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan mantan Gubernur BI dan ekonom senior untuk membahas penguatan fundamental ekonomi nasional.
- Pembahasan utama mencakup stabilitas sektor keuangan, percepatan implementasi DHE, dan pembentukan BUMN Danantara untuk optimalisasi ekspor SDA.
- Pemerintah menegaskan komitmen terhadap reformasi struktural jangka panjang guna menghadapi ketidakpastian global.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6672336/original/077760400_1779497113-IMG-20260522-WA0010.jpg)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan isi pertemuan tertutup antara Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh ekonomi yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026. Pertemuan tersebut menyoroti agenda strategis nasional, mulai dari penguatan ketahanan ekonomi hingga langkah antisipatif menghadapi gejolak perekonomian global.
Menurut Teddy, diskusi mencakup penguatan fundamental ekonomi melalui stabilitas sektor keuangan, pengawasan perbankan yang lebih ketat, serta penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Selain itu, koordinasi antarotoritas ekonomi dan keuangan menjadi sorotan penting untuk memastikan sinergi kebijakan.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat cadangan devisa nasional dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal. Teddy menekankan bahwa pemerintah berkomitmen penuh terhadap kebijakan ini sebagai bagian dari reformasi struktural.
Pembahasan juga menyentuh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN anyar yang dirancang untuk membenahi tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Melalui entitas ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan penerimaan negara sekaligus memastikan manfaat ekonomi nasional berkelanjutan. "Pembenahan tata kelola ekspor SDA melalui BUMN Danantara guna meningkatkan penerimaan negara serta optimalisasi manfaat ekonomi secara berkelanjutan," jelas Teddy.
Presiden Prabowo, dalam pernyataan yang disampaikan Teddy, menegaskan komitmen untuk memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang. Pemerintah bertekad menjaga ketahanan ekonomi nasional dan stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global. "Bapak Presiden menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah strategis jangka panjang untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, mempercepat berbagai pembenahan struktural, serta memastikan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga," ujar Teddy.
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah menteri dan mantan pejabat tinggi, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2005-2009 Paskah Suzetta. Kehadiran figur-figur senior ini menandakan keseriusan pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang komprehensif.
Kedepan, pasar akan mencermati realisasi dari komitmen ini, terutama terkait implementasi DHE dan efektivitas Danantara dalam mengelola ekspor SDA. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat fundamental ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.



