Kebangkitan Amerika Latin di Frieze New York 2026: Dominasi Galeri Brasil dan Meksiko di Tengah Ketegangan Politik
Baca dalam 60 detik
- 14 galeri Amerika Latin hadir di Frieze New York 2026 setelah boikot tahun lalu.
- Seniman Chile, Seba Calfuqueo, memenangkan penghargaan utama atas karya bertema identitas pribumi.
- Penolakan visa bagi seniman Meksiko Dr Lakra memicu diskusi mengenai hambatan politik bagi pelaku seni.

Setelah sempat menarik diri pada tahun lalu akibat ketidakpastian kebijakan tarif dan visa di bawah pemerintahan Donald Trump, galeri-galeri dari Amerika Latin kembali mendominasi Frieze New York 2026. Kehadiran 14 galeri utama dari kawasan ini menandai ambisi besar untuk tetap eksis di pusat hegemonik dunia seni internasional.
Faktor Pendorong Kehadiran:
- Dukungan Non-Profit: Organisasi seperti Latitude memberikan bantuan finansial krusial bagi galeri Brasil untuk mengatasi lonjakan biaya pengiriman.
- Ekspansi Regional: Berbeda dengan tren di AS, galeri di Brasil dan Meksiko justru mengalami pertumbuhan dan pembukaan ruang-ruang baru pasca-pandemi.
- Tim Kurasi Strategis: Direktur Frieze Americas, Christine Messineo, melibatkan kurator dari Kolombia dan Meksiko untuk menjaring talenta baru di kawasan tersebut.
Seni sebagai Medium Protes dan Identitas
Karya-karya yang dipamerkan tahun ini membawa pesan mendalam mengenai sejarah kolonial dan dinamika politik terkini.
| Seniman / Galeri | Sorotan Utama |
|---|---|
| Seba Calfuqueo (W-Galeria) | Pemenang Frieze Focus Stand Prize; karyanya mengangkat kekerasan kolonial terhadap suku Mapuche di Chile dan Argentina. |
| Dr Lakra (Kurimanzutto) | Menjadi sorotan setelah permohonan visanya ditolak AS, mengulangi sejarah kelam pencekalan seniman Meksiko di era Perang Dingin. |
| Alex Červený (Almeida & Dale) | Menampilkan karya mitologi Brasil yang memikat perhatian kolektor internasional. |
"Warga Amerika Latin memiliki kemampuan khusus untuk menyuarakan isu-isu yang telah dan terus membentuk benua Amerika. Oleh karena itu, kehadiran Amerika Latin yang kuat adalah sebuah kewajiban," ungkap Leopol Jose Maria Mones Cazon, pendiri galeri Isla Flotante.
Meskipun dibayangi oleh kebijakan tarif impor sebesar 50% yang diterapkan pemerintah AS terhadap Brasil, para pemilik galeri tetap memilih setia pada Frieze New York. Bagi mereka, New York tetaplah "pulau demokratis" yang mampu mengisolasi nilai seni dari ketidakpastian politik makro, sekaligus menjadi panggung vital bagi karier seniman Amerika Latin di kancah global.



