Florence Pugh Akan Bintangi dan Produseri Adaptasi Film 'The Midnight Library' Garapan Garth Davis
Baca dalam 60 detik
- Florence Pugh akan memerankan Nora Seed dalam film adaptasi The Midnight Library.
- Film akan disutradarai oleh Garth Davis (sutradara Lion) dan diproduseri oleh Studiocanal & Blueprint Pictures.
- Produksi dimulai musim gugur 2026 dan syuting dijadwalkan pada awal 2027.

Aktris berbakat Florence Pugh resmi terpilih untuk membintangi sekaligus menjadi produser dalam film adaptasi novel drama fantasi karya Matt Haig, The Midnight Library. Proyek ini akan disutradarai oleh Garth Davis, yang sebelumnya sukses lewat film Lion.
Detail Proyek Film:
- Peran Utama: Florence Pugh akan memerankan karakter Nora Seed, seorang wanita yang terjebak di perpustakaan antara hidup dan mati untuk mencoba berbagai kemungkinan versi kehidupannya.
- Tim Penulis: Naskah ditulis oleh Laura Wade dan Nick Payne.
- Jadwal Produksi: Pra-produksi dimulai pada musim gugur 2026, dengan jadwal syuting perdana pada awal tahun 2027.
- Eksekutif Produser: Sang penulis novel, Matt Haig, akan terlibat langsung sebagai produser eksekutif.
Kolaborasi dan Visi Kreatif
Film ini digambarkan sebagai "surat cinta untuk kehidupan" yang akan mengeksplorasi kompleksitas pilihan manusia.
| Pihak Terkait | Pernyataan / Harapan |
|---|---|
| Garth Davis (Sutradara) | Antusias bersatu kembali dengan Pugh dan menyebut bakat aktris tersebut "ajaib". |
| Matt Haig (Penulis) | Sangat senang karena cerita Nora berada di tangan tim yang sempurna untuk layar lebar. |
| Anna Marsh (Studiocanal) | Menjanjikan perjalanan emosional yang mendalam tentang cinta terhadap kehidupan. |
"Saya tidak sabar untuk melihat buku saya diimajinasikan ulang untuk layar lebar oleh tim yang benar-benar tepat," ungkap Matt Haig mengenai keterlibatan Florence Pugh.
Selain kabar casting, Florence Pugh sempat berbagi pengalaman pribadinya mengenai tantangan menjadi aktris perempuan di lokasi syuting. Ia mengenang momen sulit saat syuting adegan menangis yang menguras emosi, di mana ia merasa sungkan untuk menolak permintaan take tambahan demi menjaga citra profesionalnya, hingga rekan aktor prianya harus turun tangan membantunya berbicara kepada sutradara.



