Alan Cumming Kecam Kepemimpinan BAFTA: Sebut Insiden Penghinaan Rasial sebagai "Skandal Internasional"
Baca dalam 60 detik
- Alan Cumming mengkritik kepemimpinan BAFTA atas kegagalan menangani insiden kata-kata rasis dalam acara penghargaan tahun 2026.
- Insiden terjadi saat Michael B. Jordan dan Delroy Lindo di atas panggung, namun gagal disensor oleh BBC meski ada jeda waktu siaran.
- Cumming menyatakan tidak akan mau kembali menjadi host BAFTA karena menganggap penyelenggara tidak profesional.

Aktor ternama Alan Cumming secara terbuka mengkritik "kepemimpinan buruk" di balik penyelenggaraan penghargaan film BAFTA. Cumming menyatakan tidak akan pernah bersedia memandu acara tersebut lagi setelah insiden penghinaan rasial yang terjadi saat siaran berlangsung pada Februari 2026.
Detail Insiden dan Kontroversi:
- Penghinaan Rasial: John Davidson, seorang aktivis Tourette, meneriakkan kata-kata rasis saat aktor Michael B. Jordan dan Delroy Lindo sedang mempresentasikan penghargaan.
- Kegagalan Sensor: Meskipun siaran BBC menggunakan tunda waktu (time delay) selama dua jam, pihak penyelenggara gagal menyensor kata-kata tersebut.
- Kritik Alan Cumming: Sebagai host, Cumming merasa dikhianati karena tidak diberi peringatan memadai mengenai potensi ledakan verbal Davidson. Ia menyebut tim penyelenggara tidak melakukan pekerjaan dengan benar dan membiarkan situasi menjadi tidak terkendali.
Dampak dan Tanggapan
Insiden ini memicu gelombang kecaman global terkait standar operasional siaran langsung dan perlindungan terhadap tamu kehormatan.
| Pihak Terkait | Tanggapan / Dampak |
|---|---|
| Alan Cumming | Menolak berkomunikasi lebih lanjut dengan BAFTA dan menyebut acara tersebut sebagai "shitshow" serta memicu trauma. |
| John Davidson | Menyatakan sangat menyesal dan mengklaim dirinya bukan rasis, meski ia juga meneriakkan hinaan lain kepada Cumming. |
| BAFTA | Meminta maaf secara resmi dan mengambil tanggung jawab penuh atas situasi sulit yang dialami tamu mereka. |
"Itu adalah kepemimpinan yang sangat buruk. Orang-orang yang tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar, tidak bersiap, dan mengecewakan banyak orang," tegas Alan Cumming kepada The Sunday Times.
Alan Cumming juga mengungkapkan rasa kesalnya karena diminta membacakan permintaan maaf di teleprompter saat acara berlangsung tanpa mengetahui alasan pastinya, sehingga ia melakukannya dengan nada bicara yang dianggapnya terlalu ceria untuk situasi yang sesungguhnya sangat serius. BAFTA telah menyampaikan permohonan maaf tanpa syarat kepada Michael B. Jordan dan Delroy Lindo atas ketidaknyamanan tersebut.



